Jumat Curhat, Polresta Gorontalo Kota Dorong Fasilitas Kesehatan Bebas Preman

  • 02 Okt 2026 21:09 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Fasilitas pelayanan kesehatan didorong menjadi ruang publik yang aman bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Polresta Gorontalo Kota bersama Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo membangun komitmen untuk menolak kekerasan, intimidasi dan premanisme di lingkungan fasilitas kesehatan. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat yang dirangkaikan dengan sarapan bersama dan pemberian tali asih, Jumat 2 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang PPA Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota itu dipimpin Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Muhammad Djunaeddy Johnny bersama jajaran pejabat utama.

Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo yang dipimpin Ketua Umum Ns. Moh. Firgiawan Mustaki turut hadir dalam kegiatan tersebut. Perwakilan pengemudi bentor juga ikut menyampaikan aspirasi terkait kondisi keamanan dan keselamatan di jalan raya.

Kapolresta mengatakan, komunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi sekaligus mencari langkah penanganannya.

“Kami hadir untuk mendengar langsung sekaligus merangkul seluruh elemen masyarakat, baik tenaga kesehatan maupun rekan-rekan pengemudi bentor,” kata Kombes Pol Muhammad Djunaeddy Johnny.

Menurutnya, rumah sakit dan fasilitas kesehatan merupakan ruang publik yang harus memberikan rasa aman agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas secara profesional.

“Rumah sakit dan fasilitas kesehatan adalah ruang publik yang harus bebas dari segala bentuk intimidasi dan premanisme agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” tambahnya.

Perlindungan tersebut dinilai penting karena tenaga kesehatan berhadapan langsung dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan, termasuk ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan secara cepat dan profesional.

Dalam forum yang sama, kepolisian juga mendengarkan keluhan dan masukan dari para pengemudi bentor mengenai situasi keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Para pengemudi bentor mendapat imbauan untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban dalam menjalankan aktivitas di jalan.

Junaeddy mengatakan, keamanan dan kenyamanan pengemudi bentor juga menjadi bagian dari perhatian kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di Kota Gorontalo.

“Di sisi lain, keselamatan dan kenyamanan para pengemudi bentor di jalan raya juga menjadi perhatian serius kami,” kata Junaeddy.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan Kota Gorontalo melalui komunikasi terbuka sekaligus penegakan hukum yang berkeadilan.

“Mari kita jaga bersama Kota Gorontalo agar tetap aman, damai, dan kondusif melalui komunikasi yang terbuka dan penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog interaktif dan penyerahan tali asih secara simbolis kepada pengemudi bentor serta perwakilan aliansi kesehatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus menciptakan lingkungan pelayanan publik yang lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....