Pemda Boalemo Dorong Digitalisasi PDRD Melalui Inovasi Dompet Clara

  • 02 Okt 2026 12:12 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Boalemo memperkuat digitalisasi transaksi daerah melalui inovasi Dompet Clara dalam program Sistem Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (SHERLYGO). Program Bentor Dompet Clara menjadi salah satu upaya mendorong transparansi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Boalemo.

Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali mengatakan, Dompet Clara merupakan salah satu inovasi yang diusulkan Pemerintah n Boalemo kepada Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo untuk ditinjau dan dinilai, termasuk melihat kesiapan penerapan sistem digitalisasi tersebut.

Menurut Lahmudin, transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sesuai amanat Peraturan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Digitalisasi ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ucap Lahmudin, disela-sela membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Boalemo dalam rangka monitoring dan evaluasi SHERLYGO di Aula RSCG Kabupaten Boalemo, Kamis Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk mengurangi potensi kebocoran anggaran sekaligus meminimalkan transaksi tunai yang memiliki risiko lebih besar. Lahmudin menambahkan, perkembangan digitalisasi transaksi daerah juga menunjukkan Kabupaten Boalemo telah masuk dalam kategori daerah digital berdasarkan capaian Indeks ETPD.

Kemudahan transaksi tersebut, kata dia, juga mulai dirasakan masyarakat. Berbagai pembayaran kewajiban daerah, seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta retribusi daerah dapat dilakukan secara non-tunai.

“Pembayaran PBB-P2, BPHTB, maupun retribusi daerah saat ini sudah bisa dilakukan melalui sistem digital seperti QRIS, mobile banking, ATM, dan e-commerce,” kata Lahmudin

Menurutnya, penerapan digitalisasi PDRD mulai memberikan dampak terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan daerah, termasuk memperkuat pengelolaan keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Harapannya ke depan ini bisa menambah keuangan yang ada di daerah, apalagi di BLUD,” tambahnya.

Dalam program SHERLYGO, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah mengusulkan sejumlah inovasi dari organisasi perangkat daerah pengampu PDRD. Namun, tahun ini Dompet Clara menjadi salah satu inovasi yang diunggulkan karena telah menggunakan sistem pembayaran berbasis QRIS.

Lahmudin berharap Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dapat terus melaksanakan program SHERLYGO setiap tahun. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut dapat mendorong TP2DD di seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo untuk melahirkan berbagai inovasi pembayaran PDRD secara digital.

“Kami berharap program SHERLYGO dapat dilaksanakan setiap tahun untuk merangsang TP2DD se-Provinsi Gorontalo agar dapat melahirkan inovasi-inovasi pembayaran PDRD secara digital,” harap Lahmudin. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....