Bupati Sofyan Minta Bantuan Alsintan Dimanfaatkan dengan Maksimal
- 02 Okt 2026 12:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta 41 bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diberikan pemerintah kepada para petani benar-benar dimanfaatkan untuk menggarap lahan pertanian. Ia menegaskan, bantuan tersebut jangan sampai hanya tersimpan dan tidak digunakan, sementara masih banyak lahan yang membutuhkan dukungan sarana pertanian.
Pesan itu disampaikan Sofyan saat mendampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan alsintan kepada para petani dari empat wilayah, masing-masing Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga, dan Telaga Biru. Penyerahan berlangsung di Saung Tani Eks Lahan Gelar Teknologi PENAS XVII, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kamis 1 Oktober 2026.
Sebanyak 41 unit alsintan yang diserahkan terdiri dari tiga unit traktor roda dua atau TR2, dua unit mesin pemangkas, satu unit pompa air, dan 35 unit hand sprayer. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan air.
“Jangan sampai alat-alat pertanian yang ada hanya tersimpan dan tidak dimanfaatkan. Kita akan evaluasi apa kendalanya di lapangan, sementara masih banyak lahan yang membutuhkan dukungan alat pertanian,” ujar Sofyan.
Bupati Sofyan juga mengatakan bahwa pemerintah daerah akan mengevaluasi pemanfaatan alsintan yang telah tersedia di lapangan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kendala penggunaan alat sekaligus memastikan bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
“Kita ingin lahan yang ada bisa lebih optimal dikelola. Setelah kondisi kemarau ini terlewati, kita harus sudah siap menggarap kembali lahan-lahan yang membutuhkan dukungan alat pertanian,” katanya.
Pemerintah daerah juga akan mendekatkan pelayanan kepada kelompok tani melalui kunjungan langsung ke lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kondisi dan kendala yang dihadapi petani, sekaligus mencari solusi terhadap lahan yang belum optimal dimanfaatkan.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan bantuan alsintan perlu dikelola secara berkelompok agar penggunaannya lebih efektif. Untuk traktor roda dua, pengelolaan didorong melalui manajemen UPJA alsintan, sedangkan penempatan alat melalui konsep shelter diharapkan dapat mendekatkan pelayanan dengan sentra produksi.
“Alat-alat pengolahan tanah maupun panen kita dekatkan dengan masyarakat. Dari shelter itu, alat bisa bergerak lebih dekat sehingga pelayanan kepada petani lebih efektif,” ujar Gusnar.
Gusnar juga meminta kelompok tani mendaftarkan luas areal yang akan diolah agar penggunaan alsintan dapat dijadwalkan secara teratur. Pengaturan berdasarkan hamparan dinilai dapat membuat alat melayani lebih banyak lahan tanpa banyak waktu terbuang untuk mobilisasi.
“Kalau kelompok tani sudah mendaftarkan berapa hektare yang akan diolah, shelter akan mengatur pelayanan. Dengan begitu, alat bisa berputar di wilayah tersebut dan lebih banyak lahan yang dapat dikerjakan,” jelasnya.
Gusnar menambahkan, bantuan alsintan harus dibarengi dengan perawatan berkala agar selalu siap digunakan ketika dibutuhkan petani. Kebutuhan alat juga dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan, kecamatan, pemerintah kabupaten maupun melalui jalur aspirasi DPRD.
Selain penyerahan alsintan, Gusnar mendorong kawasan Saung Tani Eks PENAS XVII di Hepuhulawa terus dikembangkan sebagai kawasan pembelajaran pertanian. Kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi, demonstrasi teknologi, serta pertukaran praktik pertanian bagi masyarakat dan kelompok tani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....