Dinkes Kabupaten Gorontalo Perluas Tracking Usai 11 Warga Positif Malaria
- 29 Sep 2026 10:02 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bergerak cepat menangani kasus malaria di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai. Sebanyak 11 warga teridentifikasi positif malaria, dengan satu pasien meninggal dunia akibat kondisi yang sudah berat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili, mengatakan penanganan langsung dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kasus tersebut. Petugas Puskesmas Batudaa Pantai kemudian melakukan tracking untuk mengetahui kemungkinan adanya warga lain yang terpapar.
“Petugas di Puskesmas Batudaa Pantai langsung melakukan tracking,” ujar Afriyani.
Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula dari 11 warga yang memiliki riwayat perjalanan dari lokasi penambangan. Para warga tersebut kembali ke Desa Lamu pada 13 September 2026.
Kemudian pada 20 September 2026, empat warga memeriksakan diri ke Puskesmas Batudaa Pantai dan berdasarkan pemeriksaan dinyatakan positif malaria.
“Memang kasus ini berawal dari adanya 11 penambang yang kembali dari lokasi penambangan, terlihat pada tanggal 13 September 2026. Lalu pada 20 September ini empat orang memeriksakan diri ke Puskesmas Batudaa Pantai, lalu terdiagnosis positif malaria,” jelasnya.
Afriyani mengatakan, dari pasien yang mendapatkan penanganan, lima orang sempat menjalani rawat inap di Puskesmas Batudaa Pantai dan kini telah dinyatakan sembuh.
Sementara satu pasien lainnya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya sudah berat. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia pada 23 September 2026.
“Lima orang sudah menjalani rawat inap di Puskesmas dan sudah alhamdulillah sudah sembuh. Namun memang yang satu orang ini dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya sudah berat dan akhirnya pada tanggal 23 September itu meninggal dunia,” ungkap Afriyani.
Pasca ditemukannya kasus, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Batudaa Pantai memperluas penyelidikan epidemiologi. Tracking tidak hanya menyasar kelompok penambang, tetapi juga keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal warga yang terpapar.
“Fokus kami itu adalah memastikan seluruh kasus apabila terdapat kasus positif segera melakukan pengobatan sampai dengan tuntas,” katanya.
Dalam pelaksanaan tracking, petugas kesehatan telah memeriksa sekitar 75 warga yang masuk dalam kelompok berisiko. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan tidak ditemukan kasus positif tambahan.
“Alhamdulillah sudah dilakukan tracking kepada kurang lebih 75 yang berisiko. Hasilnya alhamdulillah negatif,” ujar Afriyani.
Penanganan kasus juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Gorontalo melibatkan camat, kepala puskesmas, perangkat daerah terkait, serta unsur kewaspadaan di tingkat desa dan kecamatan untuk memantau potensi penyebaran malaria.
Afriyani mengatakan, hingga saat ini Desa Lamu belum ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa atau KLB karena kondisi masih dapat ditangani melalui langkah penanganan dan pengawasan yang dilakukan.
“Jadi sampai dengan saat ini alhamdulillah masih tertangani dan belum menetapkan KLB,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo juga akan kembali melakukan evaluasi pada Jumat pekan ini untuk melihat perkembangan kasus setelah penelusuran dilakukan.
“Jadi satu minggu ini kami akan dievaluasi lagi hari Jumat pada minggu ini melihat penurunan kasus dan alhamdulillah kasusnya mulai menurun,” pungkas Afriyani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....