Sofyan Dorong OPD Terkait Beri Perhatian Lebih Terhadap Pendidikan Nonformal
- 21 Sep 2026 08:33 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sebagai bagian dari upaya memberantas buta aksara di daerah itu.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Sofyan saat menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 yang dirangkaikan dengan penutupan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti Pangkalan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF)/PKBM se-Kabupaten Gorontalo, Minggu 19 September 2026, di Limboto.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sofyan mengungkapkan bahwa angka buta aksara di Provinsi Gorontalo meningkat dari 1,45 persen pada 2024 menjadi 1,46 persen pada 2025. Meski kenaikannya sangat kecil, menurutnya kondisi tersebut tetap menjadi persoalan yang harus diselesaikan.
“Ada kenaikan sebesar 0,01%, memang terlihat sangat kecil. Tetapi bagi daerah, satu orangpun yang masih memiliki buta aksara tetap merupakan persoalan yang harus kita selesaikan. Sebab setiap warga negara memilik hak untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” tegas Bupati Sofyan.
Menurut Sofyan, PKBM memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan nonformal perlu ditingkatkan, termasuk dari sisi dukungan pendanaan.
“Insyaallah ke depan, meski tidak sama dengan pendidikan formal, tetapi ada sedikit keberpihakan untuk PKBM/SPNF, dalam rangka pemberantasan buta aksara, proses pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Sofyan juga berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pendidikan nonformal. Ia mendorong adanya inovasi serta kolaborasi agar layanan pendidikan semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Jurni Biahimo, mengatakan selama periode 2022 hingga 2025, pendidikan nonformal di Kabupaten Gorontalo mengalami peningkatan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Saat ini terdapat enam SKB, 23 PKBM, dan 26 lembaga kursus dengan jumlah warga belajar mencapai 6.524 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....