Polsek Wonosari Dampingi Skrining IMS dan HIV di Desa Bongo II
- 19 Sep 2026 21:14 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sebanyak 36 orang menjalani skrining Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara sukarela di sejumlah lokasi kerentanan di Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Skrining yang melibatkan Tim Tenaga Kesehatan Provinsi Gorontalo dan UPTD Puskesmas Bongo II tersebut berlangsung Jumat 18 September 2026 malam, dengan pendampingan personel Polsek Wonosari.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.30 WITA dengan menyasar sejumlah tempat hiburan malam dan kawasan indekos di Desa Bongo II.
Kehadiran kepolisian difokuskan untuk memastikan proses pemeriksaan berlangsung aman, tertib dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat yang mengikuti pemeriksaan.
Kapolsek Wonosari mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung langkah pencegahan penyakit menular di masyarakat.
“Langkah preventif di bidang kesehatan sangat penting bagi masa depan masyarakat. Kehadiran Polri di sini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor demi memastikan kegiatan skrining berjalan tertib serta memberikan rasa aman, baik kepada tenaga medis yang bertugas maupun warga yang memeriksakan diri,” ucap Kapolsek.
Sebanyak 36 orang yang mengikuti pemeriksaan berasal dari pekerja hiburan malam, pengunjung serta warga yang tinggal di indekos sekitar lokasi kegiatan.
Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel darah secara sukarela dengan pendekatan persuasif dan tetap memperhatikan kode etik serta kerahasiaan data medis setiap peserta.
Pihak UPTD Puskesmas Bongo II memastikan hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti secara tertutup untuk menjaga privasi masyarakat yang menjalani skrining.
Apabila ditemukan hasil reaktif pada salah satu sampel, petugas medis akan menghubungi pasien secara personal melalui saluran komunikasi pribadi.
Pasien yang mendapat hasil reaktif selanjutnya akan diberikan arahan mengenai penanganan dan terapi medis lanjutan melalui fasilitas kesehatan.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya stigma maupun kepanikan di tengah masyarakat, sekaligus memastikan warga yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai prosedur.
Kolaborasi kepolisian dan tenaga kesehatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap penyakit menular sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan yang aman bagi masyarakat.
Polsek Wonosari juga memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tanpa gangguan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 WITA.
Kegiatan skrining diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala melalui kerja sama lintas sektor, sehingga potensi penyebaran IMS dan HIV dapat dideteksi lebih awal dan masyarakat memperoleh akses penanganan yang tepat.
Polsek Wonosari menyatakan akan terus membuka ruang kemitraan dengan instansi terkait dalam mendukung berbagai program pelayanan masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....