Navigasi Iman Telaga Jaya, Sanco Simanullang Sosialisasikan Jamsostek

  • 18 Sep 2026 07:31 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kegiatan Navigasi Iman digelar di Masjid Besar Baitur Ridha, Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Jumat 18 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Habib Salim Aljufri yang menyampaikan tausiah bertema pentingnya menuntut ilmu dan meraih keberkahan dalam kehidupan.

Kegiatan dihadiri Camat Telaga Jaya Ronal Mertiarto Abdini bersama masyarakat dan jamaah setempat.

Dalam tausiahnya, Habib Salim Aljufri mengajak jamaah menjadikan ilmu sebagai sarana memperkuat iman dan memperbaiki kehidupan. Menurutnya, menuntut ilmu perlu disertai niat, adab, dan pengamalan agar memberikan keberkahan bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, menyampaikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Sanco menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja atau JKK, Jaminan Kematian atau JKM, Jaminan Hari Tua atau JHT, Jaminan Pensiun atau JP, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP.

Ia juga menjelaskan perbedaan pekerja Penerima Upah dan Bukan Penerima Upah. Pekerja Penerima Upah merupakan pekerja yang menerima upah dari pemberi kerja, sementara Bukan Penerima Upah merupakan pekerja mandiri atau pekerja di luar hubungan kerja, seperti petani, nelayan, pedagang, sopir, dan pelaku UMKM.

Untuk peserta BPU, perlindungan JKK dan JKM dapat diikuti dengan iuran mulai 16.800 rupiah per bulan, sementara JHT dapat diikuti secara sukarela dengan tambahan iuran mulai 20 ribu rupiah per bulan.

“Pekerja formal maupun informal sama-sama memiliki hak mendapatkan perlindungan. Jangan menunggu risiko datang baru memikirkan perlindungan,” ujar Sanco.

Sanco kemudian mengaitkan pentingnya perlindungan sosial dengan pesan yang populer dikenal sebagai hadis “lima perkara sebelum lima perkara”, yakni masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.

“Pesannya sederhana. Selagi sehat kita persiapkan perlindungan. Selagi masih mampu bekerja kita siapkan masa depan. Jangan menunggu musibah baru kemudian mencari perlindungan,” kata Sanco.

Kegiatan Navigasi Iman kemudian ditutup dengan doa dan silaturahmi bersama jamaah. Edukasi jaminan sosial tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....