Kemarau Ekstrem Ancam Pertanian, Dinas Teknis Pastikan Tanaman Tetap Tumbuh

  • 11 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID.GORONTALO-Musim kemarau yang telah memasuki bulan keempat mulai memberikan dampak terhadap berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara. Tidak hanya menyangkut kebutuhan air bersih masyarakat, kondisi tersebut juga menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan program strategis Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara di sektor pertanian dan lingkungan.

Salah satu program yang turut menghadapi tantangan tersebut adalah Gerakan Agro Mopomulo (GAM), yang menjadi bagian dari agenda besar G-30 PB (Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah) dengan target penanaman satu juta pohon buah yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah Gorontalo Utara.

Program tersebut dirancang bukan semata untuk meningkatkan produksi buah-buahan. Lebih jauh, GAM diarahkan untuk membangun sistem pertanian yang tangguh, memperbaiki dan menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat mitigasi bencana, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga petani. Karena itu, kondisi kemarau ekstrem tahun ini menjadi tantangan bersama agar tanaman yang telah ditanam melalui gerakan tersebut dapat tetap tumbuh dan berkembang.

Di tengah kesibukannya sebagai komando kendali penanganan bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara Usman Lagarusu turut mengambil bagian dalam upaya sederhana namun memiliki makna strategis tersebut.

Usman Lagarusu mengerahkan mobil tangki air bersih milik BPBD Provinsi Gorontalo untuk melakukan penyiraman tanaman yang berada di pelataran Masjid Jabal Iqro, Kompleks Blokplan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Usai penyiraman tanaman, mobil tangki tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengisi tangki air guna memenuhi kebutuhan wudhu di Kompleks Masjid Jabal Iqro, sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Salat Jumat yang biasanya dihadiri banyak jemaah. Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan dampak kemarau tidak hanya berorientasi pada respons terhadap masyarakat terdampak, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap lingkungan dan keberlanjutan program pembangunan daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....