Ghalib Lahidjun Dorong Pemuda Aktif Berorganisasi dan Kritis

  • 02 Sep 2026 10:08 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahidjun, mendorong generasi muda untuk aktif berorganisasi dan mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Hal tersebut disampaikan Ghalib saat menjadi pemateri dalam kegiatan Youth Leadership Gorontalo yang digelar DPD I KNPI Provinsi Gorontalo di Aula Indoor Universitas Gorontalo, Selasa 1 September 2026.

Kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Pemuda sebagai Agen Perubahan dalam Menghadapi Dinamika Sosial dan Transformasi Digital” tersebut diikuti siswa dan siswi dari berbagai SMA dan SMK se-Provinsi Gorontalo.

Dalam materinya, Ghalib mengajak pemuda memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras individu, tetapi juga dipengaruhi struktur, sistem, akses, dan kesempatan.

Menurutnya, cara pandang kritis penting dimiliki generasi muda agar mampu melihat persoalan sosial secara lebih luas, termasuk ketimpangan kesempatan dalam pendidikan dan dunia kerja.

“Kerja keras saja tidak cukup jika tidak didukung oleh struktur atau sistem yang memberikan ruang dan kesempatan yang setara,” demikian salah satu poin yang disampaikan Ghalib.

Ia mengatakan, seseorang yang memiliki kemampuan dan bekerja keras belum tentu memperoleh hasil yang sebanding apabila menghadapi keterbatasan akses maupun ruang sosial-ekonomi.

“Kerja keras tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan,” ujarnya.

Ghalib mencontohkan kondisi petani dan nelayan yang bekerja keras setiap hari, namun masih menghadapi berbagai persoalan struktural yang memengaruhi kesejahteraan mereka.

Karena itu, ia mendorong pemuda tidak hanya menerima keadaan, tetapi berani membaca persoalan secara kritis dan mengambil peran dalam mendorong perubahan.

Selain kemampuan berpikir kritis, Ghalib menilai organisasi menjadi salah satu ruang penting bagi pemuda untuk mengembangkan kapasitas diri.

“Belajar berinteraksi di dalam komunitas yang disebut dengan organisasi,” kata Ghalib.

Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring, mempertajam kemampuan intelektual, meningkatkan kemampuan analisis melalui diskusi dan dialog, sekaligus melatih kepemimpinan.

Ghalib bahkan mengungkapkan pengalaman berorganisasi menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan dirinya hingga berada pada posisi saat ini.

“Saya jujur kepada teman-teman sekalian, bisa sampai pada titik ini lahir 80 persen karena efek organisasi,” ungkapnya.

Ia pun mengajak para pelajar mulai mengenal organisasi sejak dini, termasuk melalui OSIS di sekolah.

“Organisasi itu sangat penting bagi kita untuk dijadikan sebagai sekolah ekstrakurikuler untuk melatih segala macam kemampuan yang tidak bisa kita dapatkan di bangku sekolah atau di pelajaran-pelajaran umum,” jelasnya.

Ghalib berharap Youth Leadership Gorontalo tidak berhenti sebagai kegiatan penyampaian materi, tetapi menjadi ruang bagi pelajar untuk berdiskusi, membangun jejaring, dan memahami berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.

Menurutnya, pemuda perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus kepemimpinan, pola pikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil peran sebagai agen perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....