DPRD Boltim Apresiasi Strategi Mitigasi Bencana BPBD Gorontalo

  • 23 Agt 2026 14:35 WIB
  •  Gorontalo


RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Melalui kunjungan kerja ke BPBD Provinsi Gorontalo, DPRD Boltim mempelajari strategi pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana, terutama yang dipicu cuaca ekstrem.

Anggota Komisi II DPRD Boltim, Alamri Matiala, mengatakan kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi.

Menurutnya, pencegahan dan pengurangan risiko harus menjadi bagian utama dalam strategi kebencanaan. Hal itu perlu didukung pemetaan risiko, kesiapan personel, sarana dan prasarana, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

“Ya, tadi kami sudah melihat langsung pemaparan dari BPBD Provinsi Gorontalo. Strategi mitigasi yang dilakukan sangat baik. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi kami, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana di daerah,” ujar Alamri, Jumat (21/08/2026).

Ia menilai, pengalaman BPBD Provinsi Gorontalo dapat menjadi bahan bagi DPRD dan pemerintah daerah Boltim dalam memperkuat kebijakan penanggulangan bencana di daerah.

Alamri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama dapat membantu meminimalkan dampak ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Sekretaris BPBD Provinsi Gorontalo, Ismail Abd. Bau, mengatakan penguatan mitigasi merupakan bagian penting dalam strategi penanggulangan bencana di daerah.

Ismail menjelaskan, BPBD Provinsi Gorontalo terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan koordinasi, penyediaan dan pemanfaatan data kebencanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta edukasi kepada masyarakat.

“Mitigasi merupakan langkah yang sangat penting. Kita tidak bisa hanya menunggu bencana terjadi kemudian melakukan penanganan. Upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko harus dilakukan sejak awal,” jelas Ismail.

Ia menegaskan, BPBD Provinsi Gorontalo terbuka terhadap kerja sama dan pertukaran informasi dengan daerah lain, termasuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Menurutnya, praktik baik dalam penanggulangan bencana perlu dibagikan agar setiap daerah dapat meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Bencana tidak mengenal batas administrasi. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antardaerah menjadi sangat penting. Kita harus membangun kesiapsiagaan bersama sehingga ketika terjadi bencana, respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tambahnya.

Kunjungan DPRD Boltim tersebut dipimpin Ketua Komisi II Sadikin Bachri Mamonto, didampingi Sekretaris Komisi II Candra Walangitan, Anggota Komisi II Alamri Matiala, Sekretaris DPRD Boltim Andi Suhendro Welan, Analis Kebijakan Ahli Muda Firmansyah Mamonto, Penelaah Teknis Kebijakan Sucipto Mongilong, Reindra Gaib, Addy Priyono, serta Analis Kebijakan Ahli Pertama Muhammad Nur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....