Kontrak Swakelola Pamsimas Diteken, Pembangunan Air Bersih Dimulai

  • 21 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Tiga desa Boalemo mendapat Program PAMSIMAS 2026.
  • Kontrak swakelola melibatkan langsung kelompok masyarakat desa.
  • Sejumlah desa Boalemo masih mengalami kesulitan air bersih.
  • Program disertai sosialisasi anti gratifikasi dan penyuapan.

RRI.CO.iD, GORONTALO – Kesulitan memperoleh air bersih yang masih dihadapi sejumlah desa di Kabupaten Boalemo menjadi perhatian melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak tiga desa menjadi sasaran program yang diharapkan dapat memperluas akses air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat di pedesaan dan kawasan pinggiran kota.

Program tersebut memasuki tahapan penting setelah Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya melakukan penandatanganan Kontrak Swakelola Program PAMSIMAS, Jumat (21/8/2026), di Kantor BPBPK Gorontalo.

Kontrak swakelola itu menjadi bentuk kerja sama antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum dan Sanitasi pada Satker Pelaksanaan Cipta Karya dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Melalui kerja sama tersebut, masyarakat akan terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan sarana air bersih secara mandiri.

Penandatanganan kontrak dilakukan PPK bersama Pokmas dari Desa Lito, Kecamatan Paguyaman Pantai, Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, dan Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah I BPBPK Gorontalo dan Kepala Satker Pelaksanaan Cipta Karya.

Pemerintah Kabupaten Boalemo menyambut program tersebut sebagai langkah yang relevan untuk menjawab persoalan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah. Kepala Dinas PUPR-PKP Kabupaten Boalemo, Supandra Nur, bersama Kabid Cipta Karya Irfan Pomanto serta Ahli Muda Penata Ruang Bappeda Kabupaten Boalemo, Yoan, turut hadir dalam kegiatan itu.

Supandra menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian PU melalui BPBPK Gorontalo terhadap kebutuhan masyarakat Boalemo.

“Saat ini, beberapa desa di Boalemo dalam keadaan kesulitan air bersih. Oleh karena itu, program ini sangat relevan dan bermanfaat bagi Kabupaten Boalemo,” ujar Supandra.

Ia menambahkan, kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Boalemo secara langsung dilakukan untuk memastikan sekaligus menyaksikan kesiapan seluruh pihak yang akan terlibat dalam menyukseskan program tersebut.

Selain penandatanganan kontrak, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Anti Gratifikasi dan Anti Penyuapan oleh tim Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) BPBPK Gorontalo, Febrina Aquanita Lasantu.

Sosialisasi tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya membangun pelaksanaan Program PAMSIMAS yang berintegritas. Pokmas yang telah menandatangani kontrak diharapkan mampu mengenali berbagai jenis dan bentuk praktik gratifikasi maupun penyuapan sehingga dapat melakukan pencegahan selama program berlangsung.

“Harapannya setelah nanti Pokmas berkontrak dengan PPK dan resmi memulai pelaksanaan program di desanya masing-masing, mereka dapat mengenali jenis dan bentuk praktik gratifikasi maupun penyuapan. Dengan begitu praktik tersebut dapat dicegah demi pelaksanaan program yang lebih berintegritas,” ungkap Febrina.

Bagi masyarakat Desa Lito, Program PAMSIMAS 2026 menjadi kelanjutan dari upaya penanganan kebutuhan air bersih yang sebelumnya juga telah dilakukan. Ketua Pokmas Lito, Alfendri Karim, mengungkapkan rasa syukur karena desanya kembali mendapatkan alokasi program tersebut setelah sebelumnya menerima Program PAMSIMAS pada 2024.

“Ini merupakan kali kedua kami menerima Program PAMSIMAS setelah sebelumnya pada tahun 2024. Kami sangat senang dan berterima kasih. Dengan telah ditandatanganinya kontrak hari ini, kami berharap pekerjaan fisik bisa segera dimulai agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat,” tutur Alfendri.

Sementara itu, PPK Air Minum dan Sanitasi, Yoseph Setriyawan, berharap seluruh rangkaian pelaksanaan Program PAMSIMAS dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Ia berharap infrastruktur yang direncanakan dapat terbangun tepat waktu, memiliki kualitas yang baik, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap Program ini sukses, serta seluruh infrastruktur yang direncanakan dapat terbangun tepat waktu, berkualitas dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Yoseph.

Dengan dimulainya kontrak swakelola tersebut, tiga desa di Kabupaten Boalemo kini bersiap menjalankan pembangunan sarana air bersih berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya diharapkan menjawab persoalan akses air minum dan sanitasi layak, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan memastikan keberlanjutan infrastruktur yang dibangun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....