49 Titik Panas Terdeteksi di Gorontalo, BPBD Imbau Warga Waspada Karhutla

  • 20 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI GORONTALO — Sebanyak 49 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Provinsi Gorontalo berdasarkan hasil pemantauan peta sebaran satelit pada 19 Agustus 2026, mulai pukul 00.00 hingga 15.00 WITA. Temuan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data pemantauan, dari total 49 titik panas yang ditemukan, 45 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan 4 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah. Hingga saat ini, belum terdeteksi adanya titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, menjelaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan indikator awal yang wajib diwaspadai dan ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Ia menekankan bahwa hotspot tidak selalu menandakan telah terjadi kebakaran, melainkan indikasi adanya anomali suhu panas yang perlu diperiksa.

“Hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu kita waspadai. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” ujar Rusli, Senin (19/8/2026).

Guna mengantisipasi risiko kebakaran yang meluas, BPBD Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan titik panas secara real-time.

Mengingat kondisi lahan yang kering dan rentan memicu kobaran api, Rusli juga mengimbau keras masyarakat agar tidak membakar lahan, semak belukar, maupun sampah secara sembarangan.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Jika api tidak terkendali, dampaknya bisa meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar,” tegasnya.

Sebagai informasi, data sebaran titik panas ini bersumber dari hasil pemantauan Satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 yang diolah oleh BMKG.

BPBD Provinsi Gorontalo meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lahan terbuka dan segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat kemunculan asap atau titik api. Pemantauan berkala akan terus digencarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di wilayah Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....