Kemarau, BPBD Gorontalo Terima Permohonan Distribusi Air Bersih
- 19 Agt 2026 22:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Provinsi Gorontalo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat sebanyak 15 permohonan bantuan air bersih dari masyarakat di tiga kabupaten.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan permohonan bantuan tersebut berasal dari Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.
“Permohonan bantuan air bersih ini merupakan laporan dari sejumlah desa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Rusli, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan rekapitulasi Pusat Pengendali Operasi Sistem Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Gorontalo, sebagian besar permohonan bantuan berasal dari Kabupaten Bone Bolango.
Sejumlah wilayah yang mengajukan permohonan di antaranya Kecamatan Bulango Timur, Bone Pantai, Suwawa Selatan, Kabila Bone, dan Tilongkabila. Desa yang tercatat antara lain Bulotalangi Timur, Batu Hijau, Tongo, Uabanga, Pelita Hijau, Pancuran, Libungo, Modelomo, Butu, Lonuo, dan Tamboo.
Sementara di Kabupaten Gorontalo, permohonan bantuan air bersih berasal dari Kecamatan Tibawa, Boliyohuto, Pulubala, dan Bongomeme. Beberapa desa yang terdampak antara lain Motilango, Iloheluma, Parungi, Dulohupa, Motoduto, Bakti, Bukit Aren, Batulayar, dan Bongohulawa.
Sedangkan di Kabupaten Gorontalo Utara, permohonan tercatat berasal dari Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, serta Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek.
Rusli menjelaskan, BPBD Provinsi Gorontalo terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang terdampak kemarau. Setiap permohonan yang masuk menjadi bahan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau berlangsung. Pemerintah desa dan kecamatan diharapkan segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih.
Dengan tercatatnya 15 permohonan bantuan air bersih tersebut, BPBD Provinsi Gorontalo mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau. Koordinasi juga perlu diperkuat guna mengantisipasi kebutuhan air masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....