BMKG-BPBD Gorontalo Perkuat Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

  • 19 Agt 2026 21:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo.

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja BMKG ke BPBD Provinsi Gorontalo, Selasa (18/8/2026). Pertemuan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim.

Kunjungan dipimpin Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi, bersama rombongan BMKG. Kedatangan rombongan diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, bersama jajaran BPBD.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas penguatan koordinasi dalam penyampaian informasi cuaca, optimalisasi sistem peringatan dini, serta peningkatan pertukaran data meteorologi sebagai dasar pengambilan keputusan ketika terjadi kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan kolaborasi dengan BMKG menjadi bagian penting dalam mendukung penanggulangan bencana yang cepat, tepat, dan berbasis data.

“Informasi cuaca dari BMKG menjadi acuan utama bagi BPBD dalam menyusun langkah antisipasi, mulai dari peringatan dini hingga kesiapsiagaan personel dan masyarakat. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar risiko bencana dapat diminimalkan,” ujar Rusli W. Nusi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi, menegaskan komitmen BMKG untuk terus mendukung BPBD melalui penyediaan informasi meteorologi yang akurat dan tepat waktu.

Menurutnya, koordinasi yang intensif antara BMKG dan BPBD sangat diperlukan karena Gorontalo memiliki potensi menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi. Ancaman tersebut antara lain hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, banjir, hingga tanah longsor yang dapat dipengaruhi oleh dinamika cuaca dan iklim.

Penguatan sinergi kedua lembaga diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi dan respons terhadap potensi cuaca ekstrem, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....