Sofyan Ungkap Upaya Pemerintah Lestarikan Bahasa Gorontalo
- 17 Agt 2026 09:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong pelestarian dan penggunaan bahasa Gorontalo di ruang publik sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan budaya daerah. Hal ini diungkapkan Bupati Sofyan Puhi pada Lomba Pidato Bahasa Gorontalo yang digelar Pemerintah Kecamatan Limboto di Warkop Love Story Limboto, Sabtu 15 Agustus 2026. Lomba tersebut diikuti para Kepala Lingkungan se-Kecamatan Limboto.
Sofyan mengatakan, upaya pelestarian bahasa daerah tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk melalui kegiatan keagamaan. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penguatan literasi melalui penyediaan dan pembagian kamus bahasa Gorontalo.
Bupati Sofyan menegaskan, penguatan penggunaan bahasa daerah perlu dilakukan seiring semakin berkurangnya penutur dan penggunaan bahasa Gorontalo dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan pihak Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Sesuai penyampaian mereka, penutur atau masyarakat yang menggunakan bahasa Gorontalo makin berkurang,” ungkap Bupati Sofyan.
Ia menambahkan, bahasa Gorontalo tidak hanya perlu digunakan dalam kegiatan budaya, tetapi juga diperluas ke ruang publik dan kehidupan masyarakat. Salah satu gagasan yang didorong yakni penggunaan bahasa Gorontalo dalam khotbah Jumat serta kegiatan keagamaan lainnya.
“Budaya itu berawal dari bahasa. Bahasa ibu kita adalah bahasa Gorontalo. Kalau dahulu pergaulan sehari-hari di rumah menggunakan bahasa Gorontalo, hari ini hal itu sudah sangat berkurang. Maka kegiatan seperti ini sangat penting untuk kita dukung bersama,” tegasnya.
Pemkab Gorontalo sebelumnya telah mendorong kegiatan serupa, termasuk lomba bahasa Gorontalo bagi jajaran kepala dinas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membiasakan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan pemerintahan.
“Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggelar lomba serupa untuk jajaran Kepala Dinas beberapa bulan lalu. Ke depan, kita ingin berdayakan literasi daerah seperti buku khotbah dan kamus bahasa Gorontalo agar generasi muda kita dapat terus melestaikannya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....