Ditjen Cipta Karya Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato

  • 14 Agt 2026 19:02 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Tim Ditjen Cipta Karya melakukan monev pembangunan Kantor Bupati Pohuwato.
  • Pembangunan ditargetkan selesai 31 Desember 2026 dengan tetap menjaga mutu dan keselamatan.
  • Percepatan dilakukan melalui catch-up schedule bersama konsultan supervisi untuk mengejar target pekerjaan

RRI.CO.ID, Gorontalo - Tim gabungan dari Direktorat Bina Penataan Bangunan (BPB), Direktorat Sistem dan Strategi Penyediaan Infrastruktur Cipta Karya (SSPICK), serta Direktorat Kepatuhan Intern Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan kunjungan lapangan ke proyek Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev), Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres, kualitas, kepatuhan pelaksanaan serta kepatuhan administrasi guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target biaya, mutu, dan waktu.

Kunjungan lapangan juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini serta merumuskan langkah korektif dan preventif yang diperlukan agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi oleh Kepala Bidang Cipta Karya serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato.

Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato merupakan wujud komitmen Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan publik dan pemerintahan sekaligus mendukung pemulihan pusat administrasi daerah pascakebakaran yang terjadi pada September 2023. Melalui dukungan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum, proyek ini diharapkan menghadirkan fasilitas pemerintahan yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Pekerjaan tersebut didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 berdasarkan DIPA Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo. Pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh PT Cipta Adhi Guna dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan peninjauan progres fisik, pemeriksaan dokumen, wawancara dengan penyedia jasa konstruksi, serta diskusi bersama pemerintah daerah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya tantangan pada kondisi aktual di lapangan yang berbeda dari asumsi perencanaan awal sehingga memerlukan penyesuaian desain dan metode pelaksanaan pekerjaan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pelaksanaan di lapangan sehingga upaya percepatan menjadi fokus utama pembahasan dalam rapat evaluasi. Untuk itu dibutuhkan sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato selaku penyusun perencanaan teknis Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato ini.

JFK PKPL Ahli Madya Direktorat Kepatuhan Intern, Sarwono Rochmat, menegaskan bahwa langkah antisipatif telah diinstruksikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan tetap memperhatikan persetujuan teknis dari pihak perencana.

“Kami sudah menginstruksikan kepada PPK untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terkait perubahan rencana desain ini namun dengan tetap mengonfirmasi dan mendapatkan persetujuan teknis dari pihak perencana, supaya semua berjalan sesuai koridor yang berlaku. Penyesuaian perencanaan harus ditangani secara baik untuk menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari, termasuk risiko terhadap keandalan bangunan,” ujar Sarwono.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato menyatakan dukungannya terhadap percepatan penyelesaian pembangunan kantor bupati sebagai pusat pelayanan pemerintahan daerah.

“Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat agar berbagai kendala yang muncul dapat segera diselesaikan. Kehadiran kantor bupati yang representatif sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pohuwato,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Wilayah II Direktorat Bina Penataan Bangunan, Indah Widi Hapsari, mengarahkan agar proses penyesuaian perencanaan tidak menghambat pelaksanaan konstruksi secara keseluruhan. Menurutnya, pekerjaan tetap dapat dilanjutkan secara paralel sembari menyiapkan penyesuaian perencanaan. Selain itu, penyedia jasa konstruksi diminta segera menyusun rencana percepatan beserta action plan yang sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

“Kami telah meminta penyedia segera menyusun rencana percepatan yang realistis dan terukur agar target penyelesaian pekerjaan tetap dapat dicapai tanpa mengabaikan mutu dan keselamatan konstruksi,” tegas Indah.

Hingga minggu ke-10 pelaksanaan, progres pekerjaan tercatat mencapai 6,83 persen. PT Cipta Adhi Guna selaku pelaksana pekerjaan menyatakan komitmennya untuk melakukan percepatan melalui berbagai langkah strategis, termasuk penyusunan catch-up schedule bersama konsultan supervisi.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi yang diberikan. Bersama konsultan supervisi, kami tengah menyusun langkah-langkah percepatan yang disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan sehingga pekerjaan dapat kembali pada lintasan target yang telah ditetapkan,” ujar Project Manager PT Cipta Adhi Guna.

Menutup kegiatan tersebut, Indah Widi Hapsari menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam mengawal pembangunan infrastruktur daerah agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Pengawasan yang ketat merupakan prioritas kami. Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga ritme pelaksanaan pekerjaan sehingga proyek ini dapat selesai sesuai target dengan kualitas yang andal dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato bukan hanya tentang penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga tentang menghadirkan fasilitas pemerintahan yang mampu mendukung pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....