Dosen UNG Kembangkan Limbah Cakalang Jadi Produk Pangan Tinggi Kolagen

  • 13 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Limbah ikan cakalang di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, mulai dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomi dan tinggi kolagen melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi dan digitalisasi.

Program bertajuk “Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang Menjadi Produk Pangan Tinggi Kolagen sebagai Model Zero Waste Berkelanjutan” tersebut merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Tahun 2026.

Ketua tim pelaksana, Apt. Wiwit Zuriati Uno, M.Si, mengatakan pemilihan Desa Imana sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi perikanan yang cukup besar, khususnya ikan cakalang. Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan salah satu pelaku usaha sebagai mitra.

“Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang Menjadi Produk Pangan Tinggi Kolagen sebagai model zero waste berkelanjutan ini kami lakukan di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara karena desa ini memiliki potensi perikanan, khususnya ikan cakalang,” kata Wiwit.

Ia menjelaskan, inovasi yang dilakukan tidak hanya memanfaatkan daging ikan, tetapi juga mengolah sejumlah bagian yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Jadi inovasi yang kami lakukan adalah memanfaatkan beberapa bagian atau limbah dari ikan cakalang ini untuk dijadikan nilai ekonomi tinggi, seperti kerupuk kulit. Limbah perut dari ikan juga dimanfaatkan menjadi olahan pangan yang bisa dikonsumsi,” ucapnya.

Selain pengolahan produk, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pemasaran berbasis digital kepada pelaku usaha. Pendampingan dilakukan dengan menyediakan aplikasi atau website yang dapat mendukung proses pemasaran dan penjualan produk.

“Pada program pengabdian kepada masyarakat ini juga kami memberikan pelatihan pemasaran melalui aplikasi. Kami membantu pelaku usaha atau mitra dengan membuat satu aplikasi atau website yang bisa diakses dan mampu meng-cover mulai dari proses penjualan hingga semua yang berkaitan dengan marketing,” jelasnya.

Menurut Wiwit, digitalisasi tersebut menjadi bagian penting agar produk hasil olahan limbah ikan cakalang dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan dikenal oleh masyarakat di luar wilayah Gorontalo Utara.

“Kegiatan ini menjadi salah satu usaha kami agar produk ini bisa dipasarkan sehingga bisa dikenal oleh banyak orang,” tambahnya.

Wiwit mengatakan, dukungan yang diberikan kepada mitra tidak sebatas transfer pengetahuan dan ide inovasi. Tim juga memberikan dukungan peralatan yang dibutuhkan pelaku usaha, mulai dari pemenuhan bahan baku, proses produksi hingga kemasan dan pemasaran.

“Dari beberapa inovasi yang kami lakukan mendapat berbagai apresiasi khususnya dari mitra kami. Pada kegiatan ini kami bukan hanya memberikan ide kepada pelaku UMKM, tetapi juga mensupport dari sisi peralatan, mulai dari bahan baku sampai dengan kemasan dan pemasarannya,” kata Wiwit.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melibatkan dosen dari Jurusan Farmasi, Ilmu manajen Pendidikan, serta Jurusan Perikanan.

“Program ini kami ajukan ke Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek pada akhir tahun 2025 dan berhasil mendapatkan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026,” ujarnya

Tim pelaksana program terdiri dari Apt. Wiwit Zuriati Uno, M.Si selaku ketua, serta Dr. Nina Lamatenggo, M.Pd dan Mita Alvionita, M.Si sebagai anggota. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan model pengelolaan limbah ikan yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Wiwit berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga limbah ikan cakalang tidak lagi menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat menjadi bahan baku produk pangan yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat Desa Imana.

“Terima kasih kepada LPPM Universitas Negeri Gorontalo dan DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026 dalam Skema Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat, Skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat,” pungkasnya. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....