Ajang Kreativitas Penggalang III di Perkemahan Balai Guru Penggerak Dimulai

  • 12 Agt 2026 14:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo membuka Ajang Kreativitas Penggalang III di Bumi Perkemahan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Kecamatan Telaga Biru, Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Pramuka sekaligus memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan diikuti peserta Pramuka Penggalang dari sejumlah Gugus Depan se-Kecamatan Telaga Biru.

Dalam sambutannya, Sofyan mengatakan perkemahan bukan sekadar kegiatan berkumpul di alam terbuka, tetapi menjadi momentum penting bagi anggota Pramuka untuk menempa diri menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Inti utama dari perkemahan ini adalah bagaimana adik-adik diberikan ruang untuk menempa diri menjadi manusia yang mandiri. Di sini belajar mengurus diri sendiri, perlengkapan sendiri, hingga memenuhi kebutuhan selama berada di bumi perkemahan,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan, pengalaman selama mengikuti perkemahan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Untuk itu, Sofyan mengingatkan para peserta untuk menikmati seluruh proses selama berada di bumi perkemahan. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi kenangan berharga yang dapat diceritakan kembali pada masa mendatang.

“Tidak semua anak mendapat kesempatan mengikuti perkemahan seperti ini. Karena itu, bersyukurlah adik-adik telah dipilih menjadi perwakilan dari Gugus Depan masing-masing. Ikuti seluruh kegiatan dengan baik dan nikmati pengalaman ini,” katanya.

Sofyan juga berpesan agar peserta tidak mudah mengeluh ketika menghadapi kondisi yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari di rumah. Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan perubahan suasana merupakan bagian dari proses belajar dalam kegiatan kepramukaan.

“Kalau ada yang kurang, mungkin jam tidur atau makanan yang tidak seperti di rumah, itu bagian daripada perkemahan. Nikmati situasinya dan jadikan pengalaman ini sebagai proses belajar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sofyan menegaskan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut kelak tumbuh menjadi generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan, baik sebagai pemimpin, birokrat, anggota legislatif maupun profesi lainnya.

“Anak-anak ini kita persiapkan untuk Indonesia Emas 2045. Dua puluh tahun atau tiga puluh tahun ke depan, adik-adik inilah yang akan menjadi generasi matang dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....