HUT ke-81 RI, Muhammadiyah Gorontalo Dorong Persatuan dan Keadilan
- 12 Agt 2026 14:59 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Gorontalo Sabara K. Ngou mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Sabara mengatakan, tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026, “Indonesia Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, sejalan dengan harapan Muhammadiyah terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan bukan merupakan tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus diisi melalui berbagai kontribusi nyata. Muhammadiyah, kata dia, berkomitmen mengambil bagian melalui dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta penguatan karakter masyarakat.
“Tentu buat saya selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, pertama saya mengucapkan selamat HUT Proklamasi Republik Indonesia yang ke-81. Bagi kami sebagai tokoh Muhammadiyah sangat mengapresiasi tema sentral ini, karena Indonesia berdaulat adalah Indonesia yang mandiri, Indonesia yang adil adalah Indonesia yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ucap Sabara K. Ngou saat dimintai tanggapannya pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke 81, Rabu 12 Agustus 2026.
“Sehingganya kemerdekaan bukan tujuan akhir tetapi amanah yang harus terus diisi. Muhammadiyah dapat mengambil peran melalui dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi atau pembentukan karakter dan penguatan masyarakat,” tambahnya
Ia berharap tema kemerdekaan tahun ini tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa. Sabara juga mengajak masyarakat Gorontalo menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat di enam kabupaten dan kota di Gorontalo.
“Kita tidak mau Gorontalo yang hanya enam kabupaten kota ini terpecah-pecah. Mari kita memperingati kemerdekaan dengan hikmah, dengan lebih mengedepankan keadilan dan musyawarah mufakat di tengah-tengah masyarakat,” Kata Sabara
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Adnan Entengo mengajak masyarakat kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran bahkan jiwa untuk kemerdekaan Indonesia.
Adnan mengatakan, semangat pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan dalam mengisi kemerdekaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa seperti kemiskinan dan pengangguran.
“Kita kembali mengingat betapa besar perjuangan para pendiri negara dan pahlawan kita. Semangat mereka sangat luar biasa, tanpa melihat kepentingan diri mereka, mereka berkorban bagi bangsa dan negara. Semangat ini harus kita upayakan untuk terus diteruskan,” ujar Adnan.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan keteladanan dan menjaga amanah dalam menjalankan tugas sebagai pengelola negara.
“Pemerintah sebagai pengelola negara harus terus memberikan jaminan atas layanan kepada masyarakat, memberikan teladan dan sekuat tenaga menjaga amanah. Kita sebagai masyarakat juga harus menyadari pentingnya peran, hak dan kewajiban sebagai warga negara,” kata Adnan.
Adnan secara khusus berpesan kepada generasi muda agar terus berkarya dan melakukan hal-hal positif. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi tanggung jawab yang harus dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Kepada generasi muda agar terus berbuat yang positif. Jangan melihat kemerdekaan itu sudah selesai, tetapi merupakan bagian yang harus kita teruskan. Insya Allah, mudah-mudahan kita juga menjadi bagian dari pahlawan bagi masyarakat dan generasi yang akan datang,” tambahnya. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....