BRMP Gorontalo Perkuat PM-AAS untuk Percepat Swasembada Pangan

  • 11 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 dalam rangka memantapkan pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi melalui metode Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Rapat diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas kepala dinas pertanian kabupaten/kota, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta penyuluh pertanian se-Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memastikan kesesuaian data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dengan kondisi riil di lapangan sebagai dasar percepatan implementasi Program PM-AAS. Sinkronisasi data tersebut diharapkan mampu menjamin pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, terukur, dan sesuai target yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Dalam arahannya, Kepala Balai Besar BRMP Gorontalo, Ardi Praptono, SP., M.Agr., menegaskan bahwa keberhasilan Program PM-AAS sangat ditentukan oleh akurasi data, kecepatan pelaksanaan tanam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, data CPCL harus terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan agar menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat. Sementara itu, penyuluh pertanian berperan sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani serta memastikan setiap tahapan penerapan teknologi PM-AAS berjalan sesuai standar teknis.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Muljady D. Mario, menekankan bahwa target luas tambah tanam harus menjadi komitmen bersama seluruh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh, dan petani.

Ia meminta setiap kendala yang muncul di lapangan segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan tahap awal implementasi PM-AAS akan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan petani dan memperluas adopsi teknologi modern pada musim tanam berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....