RS Sitti Khadijah Gorontalo Siapkan Transformasi Jadi Rumah Sakit Umum
- 10 Agt 2026 15:07 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Rumah Sakit Sitti Khadijah Gorontalo terus memperluas layanan kesehatan dengan membangun gedung baru sebagai bagian dari transformasi menjadi rumah sakit umum. Hal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Sitti Khadijah Gorontalo, Ramli Katili, saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking pembangunan gedung baru rumah sakit tersebut, Senin 10 Agustus 2026.
Ramli mengatakan, pembangunan gedung baru menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo. Ia menjelaskan, saat ini Rumah Sakit Sitti Khadijah tidak lagi hanya berfokus pada layanan ibu dan anak. Sejumlah layanan spesialis telah dikembangkan, termasuk bedah, penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, anak, serta kulit dan kelamin.
“Mulai November izin operasional kami bukan lagi rumah sakit khusus ibu dan anak, tetapi sudah menjadi Rumah Sakit Umum Sitti Khadijah,” ujar Ramli.
Menurutnya, perubahan status tersebut mendorong rumah sakit untuk terus menambah layanan dan fasilitas kesehatan.
Salah satu layanan yang dikembangkan adalah women surgery team, yakni tim bedah yang seluruh tenaga medisnya perempuan. Layanan tersebut ditujukan bagi pasien perempuan yang merasa lebih nyaman mendapatkan pelayanan bedah dari tenaga kesehatan perempuan.
Selain itu, Rumah Sakit Sitti Khadijah juga tengah menyiapkan pembukaan layanan mata. Sementara pada momentum groundbreaking tersebut, rumah sakit juga meluncurkan layanan bedah mulut. Ramli menyebut, pengembangan rumah sakit juga ditopang pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia sebesar Rp20 miliar melalui skema pembiayaan yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Namun, menurutnya, kebutuhan pengembangan rumah sakit masih cukup besar. Pihak rumah sakit masih membutuhkan tambahan pembiayaan untuk pengadaan alat kesehatan dan pembangunan lanjutan gedung.
“Kami ingin membeli CT Scan sekitar Rp6 miliar dan melanjutkan pembangunan lantai tiga dan empat. Masih membutuhkan sekitar Rp15 miliar,” ungkapnya.
Ramli juga menyampaikan, Rumah Sakit Sitti Khadijah Gorontalo pada 2026 memperoleh predikat sebagai rumah sakit yang paling berkomitmen terhadap mutu pelayanan BPJS Kesehatan. Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan seiring perubahan status menjadi rumah sakit umum.
Dalam sambutannya, Ramli turut mengenang sejarah Rumah Sakit Sitti Khadijah yang telah berdiri sejak 1970. Rumah sakit tersebut awalnya merupakan Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), kemudian berkembang menjadi rumah bersalin dan pada 2007 menjadi rumah sakit ibu dan anak.
Ramli mengata kan, perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari kontribusi para pendiri dan tenaga kesehatan yang sejak awal membangun rumah sakit.Nama sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam sejarah rumah sakit juga diabadikan pada ruang pelayanan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu.
Dengan pembangunan gedung baru dan penambahan berbagai layanan spesialis, Ramli berharap Rumah Sakit Sitti Khadijah dapat semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Gorontalo dan daerah sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....