Ribuan KK di Bone Bolango Terdampak Kekeringan, BPBD Distribusi Air Bersih
- 10 Agt 2026 14:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Sekitar 4 ribu KK di Kabupaten Bone Bolango, telah melaporkan mengalami dampak kekeringan yang menyebabkan kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan sumber air. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bone Bolango mencatat, dari sekitar 4 ribu warga yang terdampak, sebanyak 3 ribu KK telah mendapatkan bantuan distribusi air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango Achril Yowan Babyongo mengatakan, kekeringan mulai dirasakan masyarakat karena sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan debit.
“Air-air yang di sumur memang sudah relatif rendah,” ucap Achril Yowan Babyongo, kepada RRI, Senin 10 Agustus 2026.
Selain sumur warga, kondisi kekeringan juga semakin dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan. Warga di kawasan tersebut banyak bergantung pada sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas.
“Terutama yang di gunung-gunung itu juga rumah-rumah yang ada di atas gunung itu sudah kekeringan karena mereka hanya mengandalkan air Pamsimas,” kata Achril.
Menurutnya, kondisi Pamsimas di sejumlah wilayah juga ikut terdampak karena sumber air yang menjadi pemasok mengalami kekeringan. Hal ini membuat masyarakat semakin bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.
“Pamsimas juga kebanyakan sudah kering,” tambahnya.
BPBD Bone Bolango terus melakukan pendataan terhadap warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami kondisi kekeringan paling parah.
Hingga Rabu 10 Agustus 2026, sekitar 3 ribu warga telah mendapatkan layanan distribusi air bersih dari BPBD. Sementara itu, masih terdapat sekitar 1 ribu warga terdampak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat distribusi air bersih selama musim kemarau berlangsung, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dan daerah yang sumber airnya sangat bergantung pada sumur maupun Pamsimas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....