Bazar Siaga IGTKI-PGRI Kecamatan Kota Timur Tanamkan Keberanian Sejak Dini

  • 09 Agt 2026 17:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Pendidikan anak usia dini tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keberanian, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam kegiatan Bazar Siaga IGTKI-PGRI Kecamatan Kota Timur yang digelar di Taman Kren Moodu, Minggu 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-65 Gerakan Pramuka.

Acara dibuka oleh Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang diwakili Plt Asisten III Setda Kota Gorontalo, Mulky Datau.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Mulky, kegiatan Bazar Siaga dinilai memiliki makna penting bagi perkembangan anak di usia emas.

Menurutnya, anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga membutuhkan ruang untuk bersosialisasi dan berekspresi.

"Di usia keemasan, anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk bersosialisasi dan wadah untuk berekspresi," ujar Mulky.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan keberanian, kemandirian, jiwa kewirausahaan, serta mental pantang menyerah sejak usia dini.

Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan "Semarak Merah Putih Siaga, Merajut Keakraban, Menumbuhkan Keberanian."

Mulky juga memberikan apresiasi terhadap anak-anak yang tampil dalam kegiatan, termasuk saat menyambut tamu dengan Tujai, tradisi penyambutan dalam budaya Gorontalo.

Menurutnya, kemampuan anak usia TK menampilkan tradisi daerah menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dengan pengenalan budaya lokal.

"Untuk anak-anak seusia TK bisa tampil menjadi pemangku adat cilik, ini luar biasa. Terima kasih kepada ibu-ibu guru yang telah membimbing anak-anak," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Husin Ali, mengatakan Bazar Siaga merupakan bagian dari implementasi gerakan Make Up School, yang mendorong sekolah untuk lebih kreatif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang hidup dan berkualitas.

Menurut Husin, kegiatan tersebut membuktikan bahwa kreativitas dapat dikembangkan sejak pendidikan anak usia dini.

"Yang hari ini sedang kita saksikan adalah kreativitas di Kecamatan Kota Timur. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi di balik meja-meja kecil yang nanti kita kunjungi ada semangat kemandirian," jelasnya.

Ia menilai tidak semua anak memiliki keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Karena itu, anak perlu dibiasakan tampil, berkomunikasi, dan mengambil peran sejak dini.

Husin juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan ruang kepada anak untuk berkembang secara mandiri.

Menurutnya, orang tua tidak lagi hanya menjadi pihak yang membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan anak, tetapi harus berperan sebagai pendukung yang memberikan kepercayaan diri.

"Sudah bukan zamannya kalau kita terlalu banyak membuat anak ketergantungan. Sekarang saatnya kita memberi ruang kepada anak, memberi rasa percaya diri dan kesempatan untuk tampil," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan ekosistem pendidikan membutuhkan kolaborasi tiga unsur utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Husin berharap kegiatan kreatif serupa dapat menginspirasi kecamatan lain di Kota Gorontalo untuk mengembangkan kegiatan yang melibatkan anak usia dini.

Bazar Siaga IGTKI-PGRI Kecamatan Kota Timur menjadi salah satu bentuk kegiatan pendidikan nonformal yang memadukan semangat kemerdekaan, kepramukaan, kreativitas, budaya lokal, serta pembentukan karakter anak sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....