Petani Gorontalo Harap Kenaikan Harga Beras Berbuah pada Kesejahteraan
- 04 Agt 2026 19:44 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Meningkatnya harga beras di Gorontalo diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani, bukan hanya menjadi beban bagi masyarakat sebagai konsumen.
Hal tersebut disampaikan petani asal Gorontalo, Hamzah Nintje, dalam dialog di RRI Gorontalo, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Hamzah, kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi padi. Bahkan sejumlah wilayah sentra produksi seperti Paguyaman dan Wonosari mulai memasuki masa panen.
"Kalau melihat kondisi di lapangan, kemarau kali ini belum terlalu memengaruhi produksi. Saat ini beberapa daerah justru sedang mulai panen," ujarnya.
Ia mengaku mengikuti informasi mengenai tingginya harga beras di Gorontalo. Namun sebagai petani, ia berharap kondisi tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani sehingga kesejahteraan mereka ikut membaik.
"Kami berharap ada sisi positifnya. Kalau harga beras naik, semoga dampaknya juga dirasakan petani sehingga menuju kemakmuran petani," katanya.
Meski demikian, Hamzah menilai kenaikan harga pangan juga berdampak terhadap daya beli masyarakat. Ketika kebutuhan pokok meningkat, masyarakat akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lainnya sehingga turut memengaruhi sektor usaha lain.
Ia menambahkan, petani belum dapat memastikan penyebab utama tingginya harga beras karena persoalan tersebut berkaitan dengan distribusi, kebijakan, maupun kondisi pasar.
Di sisi produksi, Hamzah mengakui ketersediaan pupuk bersubsidi saat ini relatif lebih mudah diperoleh. Namun, petani masih menghadapi persoalan irigasi di beberapa wilayah serta meningkatnya biaya produksi.
Kendala terbesar yang dirasakan petani saat ini adalah sulitnya memperoleh tenaga kerja.
"Buruh tani sekarang sangat sulit dicari. Banyak yang beralih bekerja ke sektor pertambangan sehingga kami harus menaikkan upah, tetapi tetap sulit mendapatkan tenaga kerja," jelasnya.
Terkait upaya pemerintah menjaga stabilitas harga, Hamzah berharap pemerintah dapat memanfaatkan cadangan beras yang dimiliki untuk menekan gejolak harga tanpa merugikan petani.
Menurutnya, apabila stok beras pemerintah memang masih mencukupi hingga akhir tahun, sebagian dapat disalurkan melalui operasi pasar atau pasar murah agar harga tetap terkendali.
"Kami berharap pemerintah bisa menjaga keseimbangan. Jangan sampai petani dirugikan, tetapi masyarakat juga tetap bisa memperoleh pangan dengan harga terjangkau," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....