Ekonomi Gorontalo Tumbuh 7,67 Persen, Lampaui Pertumbuhan Nasional
- 31 Jul 2026 19:58 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kinerja ekonomi Provinsi Gorontalo hingga triwulan I 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat mencapai 7,67 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani Wiwit Warastuti, dalam Press Conference ALCo Regional, Makro Ekonomi, Keuangan dan Moneter Lo Hulonthalo di Aula Dulohupa Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Jumat 31 Juli 2026.
Arie mengatakan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap kinerja perekonomian daerah. Namun, di sisi lain, Gorontalo masih menghadapi tekanan inflasi yang perlu menjadi perhatian.
“Untuk regional Gorontalo, pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan satu tumbuh sebesar 7,67 persen, jauh di atas angka rata-rata nasional. Kita juga mengalami inflasi sebesar 4,77 persen (yoy) dan 2,11 persen secara month to month (mom),” ujar Arie.
Menurutnya, inflasi tersebut salah satunya dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 1,94 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Dari sisi kesejahteraan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo tercatat 72,62 dan masuk kategori tinggi. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 3,17 persen, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 12,62 persen.
| Baca juga: Bupati Gorut Matangkan Gerakan Agro Mopomulo |
Pada sektor primer, daya beli petani dan nelayan juga menunjukkan peningkatan. Hal tersebut tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 131,04 pada Juni 2026, atau meningkat 7,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) tercatat sebesar 106,62.
“Sementara di sektor pertanian, Alhamdulillah kita berhasil mempertahankan nilai tukar petani. NTP semakin meningkat menjadi 131,04. Kenaikan ini didorong oleh kinerja subsektor hortikultura. Sedangkan nilai tukar nelayan tercatat sebesar 106,62 pada Juni 2026,” jelasnya.
Di tingkat nasional, Arie menyebut kinerja APBN hingga Juni 2026 masih berada dalam kondisi solid, sehat, dan adaptif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjaga daya beli masyarakat. Pendapatan negara hingga Juni mencapai Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp1.656 triliun.
“Defisit kita sampai dengan akhir Juni 2026 secara nasional adalah Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB. Ini menunjukkan kita masih bisa menjaga APBN tetap solid, sehat dan adaptif. Untuk keseimbangan primer kita surplus Rp85,1 triliun,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....