Delapan Burung Maleo Dilepasliarkan di Cagar Alam Panua
- 01 Agt 2026 00:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya pelestarian satwa endemik Sulawesi terus diperkuat melalui pelepasliaran delapan ekor Burung Maleo di kawasan Cagar Alam Panua atau yang dikenal sebagai Jalan Lurus Cagar Alam, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengatakan pelepasliaran Burung Maleo merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa khas Sulawesi yang menjadi salah satu ikon keanekaragaman hayati di Kabupaten Pohuwato.
Menurutnya, Cagar Alam Panua yang berada di wilayah Kecamatan Marisa dan Paguat merupakan habitat penting bagi Burung Maleo. Karena itu, keberadaannya perlu terus dijaga melalui berbagai upaya konservasi, termasuk pelepasliaran anakan hasil penangkaran.
"Saat ini kembali dilakukan pelepasliaran Burung Maleo atau Burung Panua yang menjadi satwa khas Sulawesi. Pelepasliaran delapan ekor anakan ini diharapkan dapat menambah populasi sekaligus meningkatkan keberadaan Burung Maleo di habitat alaminya, sehingga kelestarian satwa yang dilindungi ini tetap terjaga," ujar Bupati Saipul.
Ia menjelaskan, perubahan kondisi lingkungan dan semakin terbukanya kawasan hutan menjadi tantangan yang menyebabkan populasi Burung Maleo terus menurun. Oleh karena itu, diperlukan perhatian serta keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk menjaga kelestarian kawasan Cagar Alam Panua dari berbagai bentuk kerusakan lingkungan.
"Kami mengapresiasi Balai Besar KSDA Sulawesi Utara, khususnya Seksi Konservasi Wilayah II Gorontalo, yang secara konsisten menjaga keberlangsungan Burung Maleo melalui kegiatan pelepasliaran seperti ini. Terima kasih juga kepada Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara dan Kapolres Pohuwato yang turut hadir serta bersama-sama melepas Burung Maleo ke habitat alaminya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Resort Cagar Alam Panua, Tatang Abdullah, menyampaikan laporan singkat mengenai perkembangan program relokasi telur Burung Maleo di kawasan Cagar Alam Panua. Program tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi untuk meningkatkan keberhasilan penetasan dan mempertahankan populasi Burung Maleo di habitat alaminya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....