HAN di Bone Bolango, Guru dan Orang Tua Ajak Anak Cintai Budaya Sejak Dini

  • 23 Jul 2026 09:01 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Bone Bolango – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Bone Bolango dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat karakter anak melalui pelestarian budaya daerah dan penguatan peran keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala TK Purnama Kelurahan Oluhuta, Kecamatan Kabila, Yuliana Deu, saat mengikuti peringatan Hari Anak Nasional di Alun-alun Bone Bolango, Kamis 23 Juli 2026.

Menurut Yuliana, pengenalan budaya lokal sejak usia dini sangat penting karena menjadi bagian dari pembentukan karakter dan jati diri anak.

"Pada masa inilah karakter dan jati diri anak mulai terbentuk. Dengan mengenal bahasa, adat istiadat, seni, permainan tradisional, dan nilai-nilai budaya lokal, anak akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap daerah asalnya," ujarnya.

Ia menambahkan, budaya daerah tidak hanya memperkenalkan identitas lokal, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti sopan santun, kebersamaan, saling menghormati, dan semangat gotong royong.

Yuliana berharap anak-anak di Bone Bolango tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, orang tua murid, Nindy Akub, menilai Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi setiap keluarga untuk memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan hak-hak anak.

"Bagi saya, Hari Anak Nasional adalah momen untuk mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah yang harus dijaga, dididik, dan dipenuhi hak-haknya," katanya.

Menurut Nindy, peran keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, orang tua perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak, memberikan kasih sayang, serta membangun karakter sejak usia dini.

Ia berharap anak-anak, khususnya di Kabupaten Bone Bolango, dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kreatif, dan tetap bangga terhadap budaya daerah.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga melalui peran keluarga dan upaya melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....