Pupuk Kaltim Dukung Demplot PM-AAS di Bone Bolango RRI.CO.ID, Gorontalo – PT Pupuk Kalim

  • 22 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mendukung penerapan teknologi pertanian modern di Kabupaten Bone Bolango melalui pembangunan demplot seluas 0,5 hektare yang dibagi menjadi dua petak.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan paket pupuk non-subsidi, layanan aplikasi pupuk menggunakan drone, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), serta bantuan biaya pengolahan lahan. Demplot ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus percontohan penerapan Program Modernisasi Pertanian melalui Accelerated Agricultural System (PM-AAS) guna meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi dan produktivitas tanaman.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bone Bolango dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BRMP) Gorontalo, Nitam Kasim, mengapresiasi kesiapan seluruh penyuluh pertanian dalam mengawal implementasi PM-AAS. Menurutnya, penyuluh menjadi ujung tombak keberhasilan program melalui pendampingan mulai dari identifikasi calon lokasi, penerapan teknologi budidaya modern, hingga pengawalan peningkatan produktivitas tanaman.

"Keberhasilan Program PM-AAS sangat bergantung pada komitmen dan kualitas pendampingan penyuluh pertanian di lapangan. Dengan kolaborasi yang solid serta pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis implementasi Program PM-AAS pada Musim Tanam II September 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bone Bolango," kata Nitam.

BRMP Gorontalo optimistis pelaksanaan program di Kabupaten Bone Bolango dapat berjalan optimal. Optimisme tersebut didukung oleh kesepakatan implementasi PM-AAS pada lahan seluas 1.316,77 hektare serta komitmen 101 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan melakukan pendampingan kepada petani.

Melalui sinergi antara BRMP Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan mitra pembangunan, program ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas padi, serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....