DLH Kota Gorontalo: Stop Buang Sampah ke Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

  • 22 Jul 2026 20:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai dan saluran air sebagai langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.

Kepala DLH Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengatakan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih menjadi salah satu penyebab banjir yang terus berulang, terutama di kawasan yang rawan genangan seperti Kelurahan Biawu.

"Kami berharap masyarakat mengambil bagian yang paling kecil terlebih dahulu, yakni stop membuang sampah di sungai," kata Lukman saat kegiatan silaturahmi pemerintah daerah dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Biawu, Senin 20 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah telah beberapa kali melaksanakan kerja bakti membersihkan sungai bersama masyarakat serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk mengoptimalkan aliran air. Namun upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena masih ditemukan sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran sungai.

"Kami sudah beberapa kali melakukan kerja bakti di kawasan sungai di sini dan berkoordinasi dengan Balai Sungai untuk membuka percabangan sungai di bagian timur agar air bisa masuk, ternyata itu tidak bisa," ujarnya.

Hasil evaluasi DLH menunjukkan sedimentasi yang cukup tinggi pada aliran menuju kawasan pasar menyebabkan air sulit mengalir sehingga meningkatkan potensi banjir saat curah hujan tinggi.

Lukman menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama untuk mengurangi penyumbatan saluran air.

"Tentu kami berharap tidak ada banjir. Tetapi tindakan yang paling bijak adalah jangan menambah persoalan dengan membuang sampah ke sungai," tegasnya.

DLH bersama BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat juga telah melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kali Serdadu. Dari kegiatan tersebut, puluhan karung sampah berhasil diangkut dari aliran sungai.

"Alhamdulillah, Camat Kota Timur dan Lurah Moodu mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi persoalan di sana. Ada puluhan karung sampah yang kami angkut dari sungai," kata Lukman.

Ia menambahkan, persoalan sampah merupakan tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

DLH berharap masyarakat mulai membiasakan tidak membuang sampah ke sungai, selokan, maupun drainase agar risiko banjir dapat ditekan, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....