Wali Kota Adhan Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,9 Persen, UMKM Jadi Motor Utama
- 21 Jul 2026 20:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,8 hingga 5,9 persen pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan menjadi strategi utama pemerintah daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Adhan, tema pembangunan Kota Gorontalo tahun 2027 diarahkan pada pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung transformasi digital untuk memperkuat daya saing daerah.
"Tema ini difokuskan pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di berbagai kawasan kota, dengan tujuan meningkatkan produktivitas ekonomi melalui penguatan UMKM, wirausaha, koperasi, serta pemanfaatan teknologi digital," ujar Adhan.
Ia menjelaskan, UMKM akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM dan kewirausahaan ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan Kota Gorontalo pada tahun 2027. Pemerintah akan mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Adhan mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan capaian ekonomi Kota Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah, pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada 2025 mencapai 5,74 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,36 persen.
Di sisi lain, angka kemiskinan juga menurun dari 5,74 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,79 persen.
"Pemerintah Kota Gorontalo tetap berharap pertumbuhan makro ekonomi daerah tetap stabil. Rencana penggunaan dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan harus dialokasikan berdasarkan analisis prioritas kebutuhan daerah dan digunakan secara efisien dan efektif," katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Gorontalo juga menetapkan sejumlah target indikator makro pembangunan tahun 2027, yakni inflasi sebesar 2,1 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,74 persen, angka kemiskinan 5,22 persen, rasio gini 0,393, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 80,45.
Adhan optimistis penguatan UMKM yang didukung transformasi digital akan mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi Kota Gorontalo.
"Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja bertambah, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut naik. Itulah tujuan utama pembangunan yang sedang kita dorong," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....