Dirut Suryaqua: Petani Lebih Membutuhkan Kepastian Air daripada Panel Surya

  • 03 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Direktur Utama PT Suryaqua Teknologi Indonesia, Ardiyanto Indrakusuma, menilai kebutuhan utama petani di Indonesia bukanlah teknologi panel surya, melainkan kepastian ketersediaan air untuk mendukung aktivitas pertanian.

Menurut Ardiyanto, panel surya hanya berfungsi sebagai sumber energi untuk mengoperasikan pompa air. Sementara tujuan utama yang ingin dicapai adalah tersedianya sistem irigasi yang andal dengan biaya operasional yang lebih rendah sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

"Yang paling dibutuhkan petani sebetulnya bukan panel surya, tetapi kepastian air. Panel surya hanyalah sumber energinya. Yang ingin dicapai adalah irigasi yang selalu tersedia dengan biaya yang rendah," ujarnya. Senin 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi petani di berbagai daerah, terutama di kawasan Indonesia Timur, bukan semata-mata keterbatasan sumber air. Tantangan yang lebih besar justru tingginya biaya untuk mengangkat air dari sumbernya menuju lahan pertanian.

Menurutnya, hingga saat ini banyak pompa air pertanian masih menggunakan bahan bakar diesel yang membutuhkan biaya operasional cukup besar. Sementara petani yang telah menggunakan listrik PLN juga masih harus menanggung biaya listrik bulanan yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih mengurangi intensitas penyiraman demi menekan biaya produksi. Dampaknya, produktivitas tanaman ikut menurun karena kebutuhan air tidak terpenuhi secara optimal.

Ardiyanto menilai pemanfaatan energi surya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban biaya energi dalam sistem irigasi.

Dengan biaya energi yang jauh lebih rendah, petani diharapkan dapat mengoperasikan pompa air secara lebih optimal tanpa terbebani biaya bahan bakar maupun listrik, sehingga pasokan air bagi tanaman tetap terjaga.

"Ketika biaya energi hampir dihilangkan, petani akan lebih berani memaksimalkan penggunaan air. Pada akhirnya kondisi itu akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian," katanya.

Ia berharap pemanfaatan teknologi energi terbarukan pada sektor pertanian dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi kendala biaya irigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....