Jelang Penutupan, Penas KTNA XVII di Limboto Banjir Pengunjung

  • 24 Jun 2026 00:38 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Suasana menjelang hari terakhir pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) KTNA ke-17 di Kota Limboto, Kabupaten Gorontalo, semakin semarak. Antusiasme masyarakat dan tamu dari berbagai daerah terlihat dari melonjaknya arus kendaraan yang memadati sejumlah ruas jalan, terutama jalur yang mengarah ke lokasi utama kegiatan.

Kemacetan terpantau cukup panjang, bahkan mencapai sekitar satu kilometer di beberapa titik strategis. Untuk menembus kawasan utama pameran dan stan-stan unggulan, pengendara harus meluangkan waktu hingga hampir satu jam. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pengunjung yang datang pada malam hari saat puncak keramaian.

Kendaraan roda dua tampak lebih gesit dalam menyiasati kepadatan. Para pengendara motor memanfaatkan celah-celah sempit di pinggiran jalan, termasuk area dekat trotoar, agar tetap bisa melaju. Sementara itu, kendaraan roda empat terpaksa merayap perlahan mengikuti arus di tengah kepadatan lalu lintas.

Meski jalur alternatif telah disediakan, sebagian besar pengunjung justru memilih tetap melintasi jalur utama. Alasannya sederhana: mereka ingin menikmati pemandangan ikonik Menara Pakaya yang tampak megah dan memukau, terutama pada malam hari.

Menara Pakaya yang dihiasi lampu berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri. Keindahannya yang dapat disaksikan dari kejauhan berhasil mencuri perhatian dan membuat para tamu dari luar daerah tak henti-hentinya mengagumi kemegahan tersebut. Banyak di antaranya bahkan mengabadikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....