Gandum Diperkenalkan di PENAS, Petani Mulai Tertarik Budidaya
- 22 Jun 2026 20:42 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tanaman gandum menjadi salah satu komoditas yang diperkenalkan kepada peserta dan pengunjung pada gelar teknologi Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.
Pendamping Balai Riset dan Pengembangan Pertanian Modern (BRMP) Tanaman Serealia, Muhammad Abid, mengatakan kehadiran tanaman gandum di arena PENAS bertujuan untuk memperkenalkan komoditas tersebut kepada masyarakat dan petani, khususnya di Gorontalo yang masih belum familiar dengan budidaya gandum.
Menurutnya, tanaman gandum memiliki persyaratan khusus untuk tumbuh optimal, yakni berada pada lahan dengan ketinggian sekitar 600 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.
“Untuk kesesuaian lahan, tanaman gandum memang membutuhkan daerah dengan ketinggian tertentu. Namun saat ini kami juga sedang merancang varietas yang lebih adaptif untuk agroekologi dataran rendah,” ujar Abid kepada RRI ketika diwawancarai, Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, di Provinsi Gorontalo terdapat sejumlah wilayah yang memiliki karakteristik lahan sesuai untuk pengembangan gandum, terutama daerah pegunungan dengan ketinggian yang memenuhi syarat.
Abid menambahkan, tanaman gandum yang dipamerkan pada PENAS kali ini bukan untuk dibagikan kepada petani, melainkan sebagai sarana edukasi dan pengenalan komoditas.
“Tujuan utamanya untuk memperlihatkan kepada pengunjung seperti apa tanaman gandum itu, karena selama ini banyak masyarakat yang belum pernah melihat secara langsung,” katanya.
Menurut Abid, selama beberapa hari pelaksanaan PENAS, cukup banyak pengunjung dan petani yang menunjukkan ketertarikan terhadap budidaya gandum setelah melihat langsung tanaman tersebut.
Melihat antusiasme tersebut, BRMP Tanaman Serealia siap memberikan pendampingan, pelatihan, serta pemahaman teknis kepada petani yang berminat mengembangkan gandum di daerahnya.
“Memang salah satu tugas kami adalah memberikan pelatihan dan pemahaman kepada petani terkait berbagai komoditas serealia, termasuk gandum yang saat ini masih relatif baru bagi sebagian masyarakat,” pungkasnya.
PENAS KTNA XVII menjadi ajang transfer pengetahuan dan teknologi pertanian dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk memperkenalkan komoditas alternatif yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....