Gusnar Ismail jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026 di Gorontalo

  • 15 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Gorontalo resmi dimulai, Senin 15 Juni 2026. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjadi orang pertama yang didata dalam kegiatan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut. Pendataan terhadap gubernur dilakukan usai apel pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dipusatkan di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo. Kegiatan ini menandai dimulainya pendataan usaha masyarakat secara serentak di seluruh wilayah Gorontalo.

Lebih dari 400 petugas sensus diterjunkan untuk mendata berbagai jenis usaha yang dijalankan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berskala besar. Pendataan akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan BPS.

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya akan menjadi sumber data utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus saat pendataan berlangsung.

"Dalam rangka Sensus Ekonomi 2026 di Gorontalo, saya baru saja didata oleh para petugas, semoga semua masyarakat mengikuti," ucap Gusnar Ismail.

Menurut Gusnar, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan sensus ekonomi. Data yang terkumpul akan memberikan gambaran riil mengenai kondisi usaha dan aktivitas ekonomi di daerah.

Ia berharap seluruh pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik serta menyampaikan informasi secara jujur dan apa adanya agar menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, media, mitra pendataan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk menghasilkan data yang dapat menjadi dasar pembangunan ekonomi ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....