BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami, Status Pesisir Utara Gorontalo Siaga
- 08 Jun 2026 07:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah daerah di wilayah Indonesia bagian timur menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB.
Pusat gempa terletak di koordinat 5,69 derajat Lintang Utara dan 125,05 derajat Bujur Timur atau sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 105 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Dr. Andri Wijaya, M.Si., mengatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami sehingga BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah pesisir, termasuk Gorontalo bagian utara.
“Untuk wilayah pesisir utara Gorontalo masuk dalam status siaga. Artinya, ketinggian tsunami yang diperkirakan dapat mencapai antara 0,5 hingga 3 meter. Kami menghimbau masyarakat untuk segera mengevakuasikan diri ke tempat yang aman dan menjauh dari bibir pantai,” ujarnya.
BMKG menetapkan status siaga untuk sejumlah wilayah, di antaranya Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, Minahasa bagian utara, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, dan Toli-Toli.
Sementara itu, status waspada diberlakukan untuk Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Kota Ternate, Kota Tidore, Donggala bagian utara, Minahasa Selatan bagian selatan, serta Kutai Timur, Bulungan, dan Nunukan di Kalimantan.
Andri menjelaskan gempa terjadi pada pukul 07.37 WITA dengan kekuatan Magnitudo 7,7 dan dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi, termasuk Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
“Gempa ini dirasakan cukup luas, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di beberapa wilayah lain di Sulawesi. Karena itu kami terus melakukan pemantauan dan pemodelan untuk mengetahui potensi dampak tsunami yang mungkin terjadi,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini BMKG masih berada pada tahap kedua dalam sistem peringatan dini tsunami. Tahap tersebut meliputi analisis parameter gempa dan pemodelan wilayah yang berpotensi terdampak.
BMKG juga terus memantau data muka laut dari berbagai alat pengamatan yang tersebar di sejumlah titik. Informasi terbaru mengenai perkembangan potensi tsunami akan terus diperbarui hingga peringatan dini dicabut.
“Kami berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Untuk sementara masyarakat di wilayah pesisir diminta menjauh dari pantai sampai ada informasi resmi berikutnya dari BMKG,” tambah Andri.
Berdasarkan data BMKG, estimasi waktu tiba tsunami di Kota Manado sekitar pukul 07.12.25 WIB, sedangkan di wilayah Gorontalo bagian utara diperkirakan sekitar pukul 07.26.10 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus memantau informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....