Gempa 7,7 M di Barat Laut Tahuna, BMKG Tetapkan Status Siaga Tsunami

  • 08 Jun 2026 07:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah 236 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin 8 Juni 2026 pukul 06:37:42 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada koordinat 5,69 LU - 125,05 BT dengan kedalaman 105 kilometer. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur. Peringatan dini langsung disampaikan beberapa menit setelah parameter gempa terverifikasi.

Wilayah berstatus SIAGA di Sulawesi Utara meliputi Kepulauan Sangihe dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 06:51:55 WIB, disusul Kota Manado pukul 07:12:25 WIB dan Minahasa Utara bagian utara pukul 07:12:40 WIB. Minahasa bagian utara diperkirakan terdampak pukul 07:14:55 WIB serta Kepulauan Minahasa pukul 07:16:10 WIB.

Status SIAGA juga berlaku untuk Minahasa Selatan bagian utara pukul 07:17:40 WIB, Bolaang Mongondow bagian utara pukul 07:22:10 WIB, dan Gorontalo bagian utara pukul 07:26:10 WIB. Sementara Buol diprediksi terdampak pukul 07:27:25 WIB serta Toli-Toli pukul 07:29:40 WIB.

Minahasa Utara bagian selatan diperkirakan mengalami dampak pada pukul 07:33:10 WIB dan Minahasa bagian selatan pukul 07:34:10 WIB, keduanya masih dalam kategori SIAGA yang mengharuskan evakuasi segera.

Untuk status WASPADA, Kepulauan Talaud diperkirakan terdampak pukul 06:58:25 WIB dan Kota Bitung pukul 07:19:25 WIB. Halmahera diprediksi pukul 07:29:10 WIB serta Donggala bagian utara pukul 07:42:10 WIB.

Wilayah lain yang berstatus WASPADA meliputi Minahasa Selatan bagian selatan pukul 07:42:25 WIB, Kota Ternate pukul 07:43:25 WIB, Kutai Timur pukul 07:44:25 WIB, Kota Tidore pukul 07:46:40 WIB, Bulungan pukul 08:05:40 WIB, serta Nunukan pukul 08:14:25 WIB.

Kepala BMKG mengimbau pemerintah daerah yang berada pada status Siaga agar segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi dan aman dari potensi terjangan gelombang.

Pemerintah daerah berstatus Siaga harus segera menggerakkan evakuasi warga, sedangkan daerah berstatus Waspada diminta menjauhkan masyarakat dari pantai dan tepian Sungai.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar informasi resmi tersampaikan cepat dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/gempabumi/berpotensi-tsunami/20260608064042

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....