Serunya Ratusan Murid TK Damhil UNG Simulasi Manasik Haji

  • 05 Jun 2026 20:59 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai kegiatan manasik haji yang diikuti ratusan murid TK Damhil DWP UNG pada Jumat (5/6/2026). Mengenakan pakaian ihram dan busana muslim, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian simulasi ibadah haji yang disiapkan oleh pihak sekolah.

Kegiatan bertajuk "Aku Anak Shalih Shalihah Belajar Manasik Haji Sejak Dini" ini merupakan program tahunan yang telah direncanakan sejak awal tahun ajaran melalui rapat kerja sekolah.

Kepala TK Damhil DWP UNG, Zainab Hasyim, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia dini.

"Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kegiatan 'Damhil DWP UNG Bermanasik'. Kegiatan ini merupakan program sekolah yang sudah kami agendakan sejak awal tahun ajaran," ujar Zainab.

Tahun ini, manasik haji diikuti oleh 203 murid beragama Islam. Mereka didampingi oleh 180 orang tua serta 16 guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan Yayasan Damhil Mandiri Unggul DWP UNG.

Dalam simulasi tersebut, anak-anak mempraktikkan berbagai tahapan ibadah haji secara runtut, mulai dari: Tawaf mengelilingi miniatur Ka'bah. Melaksanakan shalat sunnah. Sa'i (berlari-lari kecil) dari bukit Safa ke Marwah. Melontar jumrah ula, wustha, dan aqabah. Menaiki miniatur pesawat sebagai simulasi perjalanan menuju Tanah Suci.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para wali murid. Prisilla, salah satu orang tua siswa, mengaku sangat senang dan mengapresiasi inovasi sekolah tersebut. Menurutnya, manasik haji memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengenal ajaran Islam secara langsung.

"Kegiatan seperti ini sangat baik karena anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung. Kami sebagai orang tua sangat mendukung program ini," ungkap Prisilla.

Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya sukses menjadi sarana pembelajaran agama yang efektif, tetapi juga mempererat kebersamaan dan sinergi antara pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....