KKMD Gorontalo Targetkan Luasan Mangrove Kembali Capai 13 Ribu Hektare
- 05 Jun 2026 13:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo menargetkan pemulihan kawasan mangrove yang mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Upaya rehabilitasi terus didorong agar luas hutan mangrove di Gorontalo dapat kembali seperti kondisi sebelumnya.
Tenaga Ahli KKMD Provinsi Gorontalo, Sidik Katili, mengatakan saat ini luas mangrove di Gorontalo tersisa sekitar delapan ribu hektare. Padahal sebelumnya luasan kawasan mangrove di daerah ini mencapai sekitar 13 ribu hektare.
Menurutnya, berbagai skema rehabilitasi terus disiapkan untuk mengembalikan kawasan yang telah mengalami kerusakan, terutama di wilayah pesisir yang mengalami penyusutan cukup signifikan seperti kawasan Tanjung Panjang, Kabupaten Pohuwato.
“Target kami tentu mengembalikan luasan mangrove yang telah berkurang. Bahkan harapannya bisa kembali mencapai lebih dari 13 ribu hektare seperti kondisi sebelumnya,” ujar Sidik Katili, Rabu 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, rehabilitasi mangrove dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari penanaman kembali, penerapan sistem silvofishery, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pegiat lingkungan di kawasan pesisir.
Menurut Sidik, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung pada pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat pesisir sebagai pihak yang paling dekat dengan kawasan mangrove.
“Masyarakat pesisir harus diberikan ruang yang luas untuk berkontribusi. Karena keberlanjutan mangrove sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak,” katanya.
Sidik mengingatkan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi garis pantai, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ia menilai berbagai dampak penyusutan mangrove mulai terlihat saat ini, salah satunya berkurangnya hasil tangkapan nelayan di kawasan pesisir.
Karena itu, KKMD terus mendorong kampanye penyadartahuan kepada masyarakat agar pentingnya menjaga mangrove semakin dipahami sebagai investasi lingkungan untuk masa depan.
“Mangrove adalah masa depan kita. Jika penyusutannya terus terjadi, maka dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir akan semakin besar,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....