Sekda Sugondo Bicara Peran Pemkab Gorontalo Siapkan Pelaksanaan Penas KTNA

  • 03 Jun 2026 20:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Persiapan pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan ke-17 yang akan digelar pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, terus dimatangkan. Penyiapan kegiatan nasional ini dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, panitia pusat dan daerah, lembaga vertikal, hingga pemerintah kecamatan dan desa. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur mengatakan, masing-masing pihak telah mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya. Pemerintah Kabupaten Gorontalo sendiri bertanggung jawab terhadap penyiapan lahan gelar teknologi pertanian, lokasi kegiatan, penataan infrastruktur jalan dan kawasan Sport Center Limboto, hingga penyediaan homestay bagi peserta yang akan hadir. Seluruh persiapan saat ini terus berproses dan dilakukan secara bertahap.

"Kami semua berbagi tugas. Tugas kami pemerintah daerah itu antara lain fasilitas tempat, mulai dari panggung, GOR, lapangan Sport Center Limboto, Homestay peserta, dan beberapa persiapan lainnya. Nah ini kami laksanakan secara bahu-membahu," kata Sugondo dalam saat menjadi narasumber di RRI Gorontalo, Rabu 3 Juni 2026.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan dengan baik di sisa waktu yang ada. Sugondo menegaskan, Gorontalo berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah yang baik.

"Minggu ini kami akan melakukan finalisasi kebersihan. OPD-OPD akan dibagi di lokasi itu untuk melakukan pembersihan," tambahnya.

Dengan dukungan seluruh pihak, Penas KTNA XVII diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi promosi daerah dan perkembangan sektor pertanian serta perikanan di Provinsi Gorontalo ke depan.

"Konsep yang didesain oleh teman-teman panitia Penas KTNA dimana peserta menginap di rumah-rumah penduduk. Ini tentu akan membuat masyarakat bisa menikmati manfaat dari kegiatan ini, karena peserta yang menginap itu mereka juga membayar sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan pendapatan," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....