Relawan Literasi Pesisir Bone Bolango Refleksikan Perjalanan Relima 2025

  • 03 Jun 2026 07:09 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Menjadi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2025 bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menjadi perjalanan penuh makna dalam menumbuhkan budaya baca di tengah derasnya arus digitalisasi. Hal tersebut disampaikan oleh Relawan Literasi Bone Bolango, Apris Nawu, dalam refleksi perjalanan pengabdian yang telah dijalani selama tahun 2025.

Menurut Apris, kegiatan literasi yang dilaksanakan selama setahun terakhir berfokus pada upaya mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang masih memiliki keterbatasan akses informasi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun daya nalar masyarakat agar mampu memahami informasi secara kritis dan bijak,” ungkapnya.

Melalui program unggulan bertajuk Pesisir Pojok Smart Edu, Apris bersama tim membawa koleksi buku tematik langsung ke desa-desa pesisir setiap pekan. Selain menyediakan bahan bacaan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada remaja, pemuda, dan masyarakat mengenai cara membedakan informasi yang benar dan hoaks di media sosial.

Sementara itu, program Pesisir Bercerita menjadi wadah membaca nyaring bagi anak-anak di kawasan pesisir Bone Bolango. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperkenalkan buku sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

Dalam menjalankan tugas sebagai Relima, Apris tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga katalisator pengembangan literasi di masyarakat. Ia aktif membantu mengelola perpustakaan desa yang sebelumnya kurang aktif, melakukan pengelompokan koleksi buku, hingga memperbaiki sarana dan prasarana pendukung.

Selain itu, ia juga menjembatani kebutuhan komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan berbagai sumber daya literasi. Salah satu kontribusi penting yang dilakukan adalah mendampingi pengelola TBM dalam pengurusan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebagai bentuk pengakuan nasional terhadap keberadaan lembaga tersebut.

“Menjadi penggerak literasi berarti harus mampu mendengar kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi. Pendekatan yang tepat menjadi kunci agar program literasi diterima dan berkelanjutan,” katanya.

Hasil dari berbagai kegiatan tersebut mulai terlihat dalam waktu dua bulan pelaksanaan program. Minat baca anak-anak menunjukkan peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya intensitas peminjaman buku di pojok baca. Program Pesisir Bercerita secara rutin diikuti sekitar 30 anak setiap minggunya.

Secara keseluruhan, program Relima berhasil menjangkau lebih dari 76 titik lokasi penerima bantuan buku perpustakaan dengan melibatkan sekitar 100 anak secara aktif. Namun, bagi Apris, capaian paling berharga bukanlah angka, melainkan perubahan perilaku masyarakat.

“Melihat anak-anak yang sebelumnya asing dengan buku kini antusias membaca dan meminjam koleksi bacaan menjadi kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak program juga dirasakan oleh para orang tua yang mulai menyadari pentingnya literasi sebagai investasi masa depan bagi anak-anak mereka. Di sisi lain, pengalaman menjadi relawan turut membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di lapangan.

Meski demikian, Apris mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi program dan meningkatkan minat baca orang dewasa. Menurutnya, penguatan literasi keluarga menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih besar di masa mendatang.

Sebagai langkah keberlanjutan, Apris berencana menginisiasi pembentukan Komunitas Kambungu Literasi Pesisir, sebuah wadah kaderisasi pemuda desa yang akan dibekali kemampuan mengelola pojok baca secara mandiri.

Melalui komunitas tersebut, ia berharap semangat literasi dapat terus tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir Bone Bolango meskipun masa tugas Relima telah berakhir.

“Literasi adalah kerja jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Harapannya, apa yang telah dimulai hari ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....