Cegat Pengiriman Anjing, Pemprov Apresiasi Kesigapan Petugas Cek Poin Atinggola

  • 03 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan apresiasi kepada petugas Cek Poin Atinggola yang berhasil mencegat pengiriman sekitar 40 ekor anjing yang diduga berasal dari Sulawesi Tengah dan hendak menuju Kota Manado, Sulawesi Utara.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bentuk kesigapan petugas dalam menjalankan pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) di pintu masuk wilayah Gorontalo. Kendaraan yang mengangkut puluhan ekor anjing itu kemudian dikembalikan ke daerah asal guna mencegah potensi penyebaran penyakit rabies.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, mengatakan tindakan yang dilakukan petugas telah sesuai dengan Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 32 Tahun 2025 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan Rabies.

"Kami memberikan apresiasi kepada petugas Cek Poin Atinggola yang telah menunjukkan kesigapan dan komitmennya dalam melakukan pengawasan lalu lintas hewan. Langkah yang diambil sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Pergub Nomor 32 Tahun 2025," kata Ramdhan, Rabu 3 Juni 2026.

Menurutnya, pengawasan terhadap lalu lintas hewan pembawa rabies menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit rabies yang dapat menular kepada manusia.

Ramdhan menambahkan, langkah tegas yang dilakukan petugas juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Gorontalo untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya hewan pembawa rabies ke wilayah Gorontalo.

"Arahan Bapak Gubernur sangat jelas, yakni memperkuat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Gorontalo. Karena itu, kami terus mendorong petugas di lapangan untuk menjalankan tugas secara optimal demi menjaga daerah ini tetap aman dari ancaman rabies," ujarnya.

Ia berharap pengawasan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi jalur keluar masuk hewan dari daerah lain.

"Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara konsisten. Dengan kerja sama seluruh pihak dan pengawasan yang ketat, kita dapat meminimalkan risiko penyebaran rabies serta menjaga kesehatan masyarakat dan hewan di Provinsi Gorontalo," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....