Hari Lahir Pancasila Dinilai Jadi Momentum Perkuat Ideologi Bangsa

  • 01 Jun 2026 12:23 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, mengatakan penguatan ideologi bangsa tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan generasi muda.

“Ketika berbicara Hari Lahir Pancasila, yang pertama menjadi catatan kami adalah penguatan ideologi bangsa. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder,” ujar Nikson, Senin 1 Juni 2026.

Ia mengapresiasi berbagai pihak yang terus berupaya membumikan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk diskusi publik dan program siaran yang mendorong pemahaman kebangsaan di masyarakat.

Menurut Nikson, peringatan Hari Lahir Pancasila juga harus menjadi momentum untuk mempererat persatuan nasional di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Selain itu, penguatan nilai Pancasila dinilai memiliki kaitan erat dengan ketahanan nasional dan stabilitas daerah. Ia menegaskan pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa kondisi yang aman dan stabil.

“Pembangunan tidak akan berjalan dengan baik jika stabilitas tidak terjaga. Karena itu tantangan seperti hoaks, radikalisme, dan intoleransi harus dihadapi bersama melalui penguatan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Nikson menambahkan, aktualisasi nilai Pancasila juga perlu diwujudkan dalam tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi dan globalisasi, termasuk kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi tantangan baru yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya, tanpa fondasi ideologi yang kuat, perkembangan tersebut dapat memengaruhi karakter dan jati diri bangsa.

“Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi kebangsaan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kita membutuhkan ketahanan ideologi yang kuat agar tetap mampu menjaga persatuan, identitas, dan arah pembangunan bangsa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....