Jamban Sehat, Intervensi Nyata Cegah Stunting di Kabupaten Gorontalo
- 29 Mei 2026 13:08 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo terus diperkuat melalui berbagai intervensi yang menyasar langsung kebutuhan keluarga berisiko stunting. Selain bantuan nutrisi, pemenuhan sanitasi layak menjadi salah satu fokus utama yang dilakukan melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Melalui program tersebut, bantuan pembangunan jamban sehat kembali disalurkan kepada keluarga Orlin Pakaya di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Selasa 26 Mei 2026. Kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi penggunaan jamban sehat dan peresmian fasilitas yang dilakukan oleh Zulfikar Y. Usira selaku Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo sekaligus Orang Tua Asuh (OTA) Program GENTING.
Dalam kesempatan itu, Zulfikar menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga harus didukung sanitasi layak, akses air bersih, dan lingkungan yang sehat. Ia menyebutkan masih terdapat 123 titik kebutuhan pembangunan jamban di Kabupaten Gorontalo, sementara di Kecamatan Telaga Biru ditargetkan pembangunan 10 unit jamban sehat melalui dukungan Ketua DPRD.
“Kesehatan keluarga adalah hal yang paling utama dan harus dijaga dengan baik. Salah satunya dengan menggunakan jamban yang sehat dan air bersih yang layak untuk diminum. Saya juga menerima amanah sebagai Orang Tua Asuh Program GENTING, insyaallah bantuan jamban sehat ini bisa bermanfaat dan dirawat dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gorontalo, Rismawaty Arsyad, menjelaskan bahwa pembangunan jamban sehat tersebut merupakan hasil gerakan pengumpulan koin Rp1.000 untuk anak stunting yang dilaksanakan di seluruh kecamatan. Jamban yang diresmikan di Telaga Biru menjadi jamban ketiga yang berhasil dibangun melalui gerakan gotong royong masyarakat, ditambah dukungan organisasi penyuluh KB/IPeKB serta bantuan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo.
Data DPPKB menunjukkan jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kabupaten Gorontalo mengalami penurunan dari 25.715 keluarga pada tahun 2023 menjadi 13.792 keluarga pada tahun 2025. Namun, tantangan sanitasi masih cukup besar. Di Kecamatan Telaga Biru tercatat 1.317 KRS, dengan 190 keluarga belum memiliki jamban sehat dan 30 keluarga belum memiliki akses air bersih.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Gorontalo, Tenny C. Soriton, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keluarga berisiko stunting. Menurutnya, Program GENTING tidak hanya berfokus pada bantuan nutrisi, tetapi juga menyentuh akar persoalan stunting melalui penyediaan sanitasi, air bersih, dan lingkungan sehat.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, kegiatan turut dirangkaikan dengan penandatanganan akad Orang Tua Asuh oleh Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo bersama Kepala Puskesmas Telaga Biru, Mailan Balango. Selain menerima bantuan jamban sehat, keluarga penerima manfaat juga memperoleh bantuan nutrisi untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan, Program GENTING diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan sehat, keluarga berkualitas, serta generasi bebas stunting di Kabupaten Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....