Sholat Idhul Adha UNG, Teguhkan Ketaatan dan Pengorbanan
- 27 Mei 2026 08:45 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo : Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah memadati lapangan sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah yang menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan dalam ajaran Islam.
Bertindak sebagai khatib, H. Hamdan Zain, M.Fil.I., MM., menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran spiritual jamaah. Sementara itu, imam sholat dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris Panai, M.Pd.I., dan bilal oleh Agil Bahsoan, MA.
Dalam khutbahnya, khatib mengangkat kisah agung Nabi Ibrahim a. s sebagai tonggak sejarah yang terus diingat umat Islam di seluruh penjuru dunia setiap perayaan Idul Adha. Peristiwa pengorbanan yang dilakukan beliau menjadi pelajaran abadi tentang ketaatan total kepada Allah SWT. “Ibadah Idul Adha yang terus berulang setiap tahun sejatinya adalah pengingat akan perjuangan iman Nabi Ibrahim. Di usia 87 tahun, beliau baru dikaruniai seorang anak, yakni Nabi Ismail a. s.Namun, saat anak tersebut tumbuh dewasa, Allah mengujinya dengan perintah yang sangat berat,” ungkap khatib.
Dikisahkan, ketika perintah itu datang, Nabi Ibrahim a. s dihadapkan pada pilihan antara kecintaannya kepada anak atau ketaatan kepada Allah SWT. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut seraya berkata, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan oleh Allah. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Inilah esensi sejati dari ibadah kurban. Tidak sekadar menyembelih hewan, tetapi bagaimana manusia mampu “menyembelih” sifat-sifat kebinatangan dalam diri—seperti keserakahan, keangkuhan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.“Ibadah kurban adalah ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengalirkan darah hewan kurban sejatinya harus seiring dengan upaya menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia,” tambahnya.
Lebih lanjut, khatib juga mengaitkan momentum Idul Adha dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Pada 10 Dzulhijjah, umat Islam diajak untuk menguatkan hati, sebagaimana jutaan jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk ratusan ribu jamaah Indonesia, tengah menunaikan rukun Islam kelima di Makkah.
Ibadah haji di Tanah Suci dan ibadah kurban di tanah air, menurutnya, merupakan dua manifestasi dari satu akar sejarah yang sama, yakni perjalanan iman keluarga Nabi Ibrahim AS. Meskipun dipisahkan oleh jarak ribuan kilometer dan rentang waktu yang panjang, keduanya memiliki ikatan spiritual yang kuat dan tetap relevan hingga kini.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha di lingkungan UNG ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....