Blokade Sopir Truk Kontainer Lumpuhkan Simpang Lima Telaga Gorontalo

  • 25 Mei 2026 20:26 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Aksi blokade jalan dilakukan oleh puluhan sopir truk kontainer bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi Gorontalo di kawasan Simpang Lima Telaga, Kota Gorontalo, Senin 25 Mei 2026 sore melumpuhkan arus lalu lintas di kompeks Simpang Lima Telaga. Pengedara harus memutar arah melewati Jembatan Jodoh atau Jembatan Ampi. Aksi demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan solar subsidi di sejumlah SPBU di Provinsi Gorontalo.

Massa menilai distribusi BBM subsidi tidak tepat sasaran dan menduga adanya praktik mafia solar yang merugikan masyarakat, khususnya para sopir angkutan barang.

Sejak siang hari, sejumlah kendaraan kontainer diparkir melintang di beberapa titik strategis Simpang Lima Telaga. Akibatnya, akses menuju Jalan Ario Katili, Jalan AA Wahab, Jalan Rambutan, Jalan Agus Salim, hingga Jalan Taman Agung Gobel lumpuh total.

Kemacetan panjang tidak dapat dihindari karena Simpang Lima Telaga merupakan salah satu jalur utama penghubung menuju pusat Kota Gorontalo. Warga dan pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan.

Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo segera mengambil langkah konkret mengatasi kelangkaan solar subsidi. Mereka juga meminta Gubernur Gorontalo turun langsung menemui massa aksi.

Moderator aksi, Erlin Adam menegaskan pihaknya meminta pembentukan satuan tugas khusus untuk memberantas dugaan mafia solar subsidi di Gorontalo.

“Kami mendesak Gubernur Gorontalo segera membentuk satgas khusus untuk memberantas mafia solar subsidi dan memastikan distribusi BBM tepat sasaran,” ucap Erlin Adam dalam orasinya.

Selain menuntut pemerintah daerah, massa juga meminta pihak SPBU dan aparat kepolisian bertindak tegas terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Salah seorang sopir truk dalam orasinya mengaku para sopir harus mengantre solar dari malam hingga pagi hari demi mendapatkan bahan bakar untuk operasional kendaraan mereka.

Menjelang sore sekitar pukul 16.00 Wita, situasi sempat memanas ketika kelompok LSM Bongkar datang ke lokasi dan meminta blokade jalan segera dibuka karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat luas.

Ketegangan antara massa aksi dan kelompok LSM hampir berkembang menjadi bentrokan terbuka. Namun aparat kepolisian yang berjaga langsung melakukan pengamanan dan mediasi sehingga situasi berhasil dikendalikan.

Setelah dialog singkat dilakukan, massa akhirnya sepakat membuka kembali akses jalan dengan memindahkan kendaraan kontainer dari badan jalan. Kondisi lalu lintas di Simpang Lima Telaga kemudian berangsur normal.

Usai membubarkan diri dari lokasi aksi, massa sopir kontainer dilaporkan melanjutkan aksi menuju depan Markas Polda Gorontalo untuk menyampaikan tuntutan lanjutan terkait distribusi solar subsidi di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....