Sastra Lisan Gorontalo Kembali Bergema
- 24 Mei 2026 19:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Bone Bolango menggelar pagelaran sastra lisan di Aula Kantor Desa Duano, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, pegiat seni, mahasiswa, hingga akademisi yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan khas Gorontalo.
Dalam pagelaran itu, sejumlah kesenian tradisional ditampilkan, mulai dari Tanggomo, Tujai, Ohidu atau Legedo, Palebohu hingga Mohungguli. Penampilan para seniman berhasil memukau penonton dengan syair, petuah, dan cerita rakyat yang sarat makna serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Gorontalo tempo dulu.
Ketua KSBN Kabupaten Bone Bolango, H. Achril Y. Babyonggo, ST, M.Ec.Dev mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan sastra lisan Gorontalo yang kini mulai jarang dikenal generasi muda.
Menurutnya, sastra lisan bukan hanya sekadar hiburan tradisional, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, pesan moral, dan identitas budaya yang diwariskan oleh leluhur Gorontalo dari generasi ke generasi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah, khususnya sastra lisan Gorontalo yang menjadi warisan leluhur,” ujar Achril.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi dan arus modernisasi membuat banyak tradisi lokal mulai terpinggirkan. Karena itu, menurutnya, diperlukan ruang-ruang budaya yang mampu mempertemukan masyarakat dengan warisan tradisi daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Achril menambahkan pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas seni, akademisi, pemerintah, dan masyarakat agar budaya lokal tetap bertahan dan dikenal luas.
“Kalau budaya ini tidak terus diperkenalkan, maka perlahan akan hilang. Karena itu kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan melibatkan generasi muda,” tambahnya.
Ia berharap pagelaran sastra lisan tersebut dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan di Bone Bolango sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Moch. Andri WP menegaskan pihaknya saat ini fokus membangun jaringan dan kolaborasi bersama berbagai komunitas budaya di Gorontalo. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat gerakan pelestarian budaya daerah agar berjalan lebih terintegrasi.
“Kami sedang membangun aliansi dengan berbagai komunitas budaya untuk mensinkronkan aksi-aksi kebudayaan yang mereka miliki. Kalau semua terintegrasi, tentu dampaknya akan semakin besar,” katanya.
Menurut Andri, Gorontalo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari seni tradisi, sastra lisan, adat istiadat, hingga sejarah patriotisme masyarakatnya. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan identitas daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Ia mengatakan pengembangan budaya daerah tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat dan promosi daerah di tingkat nasional.
“Harapannya Gorontalo bisa sejajar dengan provinsi lain dalam pengembangan kebudayaan. Potensi kita luar biasa, tinggal bagaimana mengelola dan memperkuat reputasi budaya daerah,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Bupati Bone Bolango, Muchlis Uci Mile turut menyampaikan dukungannya terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya yang dilakukan komunitas seni di Bone Bolango. Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik keterlibatan masyarakat dan pegiat budaya dalam menjaga identitas daerah melalui berbagai kegiatan seni dan tradisi.
Ia menilai kegiatan seperti pagelaran sastra lisan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi media pendidikan budaya yang penting bagi generasi muda agar tetap mengenal akar tradisi daerahnya sendiri.
Pagelaran budaya tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Para penampil membawakan karya sastra lisan dengan gaya khas Gorontalo yang mengundang perhatian penonton. Tidak sedikit peserta yang mengaku kagum karena masih dapat menyaksikan tradisi lisan yang selama ini mulai jarang ditampilkan di ruang publik.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan itu juga menjadi wadah silaturahmi antarpegiat seni dan budaya di Gorontalo. Diskusi ringan mengenai pentingnya menjaga identitas budaya lokal turut mewarnai jalannya kegiatan.
Melalui pagelaran sastra lisan itu, KSBN Bone Bolango berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....