SKB Kota Gorontalo, Satukan Pendidikan dan SDM
- 16 Mei 2026 15:34 WIB
- Gorontalo
RRI. CO. ID Gorontalo: Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai jalur tunggal yang kaku, melainkan sebagai ekosistem yang saling melengkapi. Di Kota Gorontalo, Satuan Kegiatan Belajar (SKB) hadir sebagai jembatan antara pendidikan formal dan nonformal dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Melalui sinergi ini, masyarakat diberikan kesempatan luas untuk terus belajar, tanpa terbatas usia maupun latar belakang pendidikan.
Kepala SKB Kota Gorontalo, Nelwan Ishak, menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis sebagai pengganti, penambah, sekaligus pelengkap pendidikan formal. Sebagai pengganti, program Paket A, B, dan C menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak sempat mengenyam pendidikan di jalur sekolah formal. Program ini membuka kembali harapan bagi mereka untuk memperoleh ijazah setara dan melanjutkan kehidupan dengan lebih percaya diri.
Tak hanya itu, pendidikan nonformal juga berfungsi sebagai penambah kapasitas diri. Berbagai kegiatan seperti bimbingan belajar, pelatihan kepemimpinan, hingga aktivitas kepemudaan menjadi ruang pengembangan soft skill yang tidak selalu diperoleh di bangku sekolah. Di sisi lain, peran pelengkap diwujudkan melalui kursus dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga peserta didik memiliki bekal nyata untuk mandiri secara ekonomi.
Namun, di balik peran besar tersebut, SKB Kota Gorontalo juga menghadapi tantangan ke depan yang tidak ringan. Salah satu tantangan utama adalah pendekatan pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Untuk itu, SKB membagi sistem pembelajaran menjadi dua kategori, yakni kelas reguler pada hari Senin hingga Jumat untuk usia sekolah, serta kelas khusus pada hari Selasa dan Kamis bagi remaja hingga dewasa yang memiliki keterbatasan waktu.
Dengan pendekatan yang fleksibel dan inklusif ini, SKB Kota Gorontalo terus berupaya menjadi ruang belajar yang ramah bagi semua kalangan. Harapannya, pendidikan tidak lagi menjadi privilese segelintir orang, melainkan hak yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Sinergi antara pendidikan formal dan nonformal pun diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....