Akademisi UNG: Inflasi Gorontalo Dipengaruhi Pangan dan Tiket Pesawat
- 14 Mei 2026 09:11 WIB
- Gorontalo
RRi.CO.ID, Gorontalo — Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rifi Djuuna, menilai inflasi di Provinsi Gorontalo saat ini masih berada dalam kondisi aman meskipun dipengaruhi sejumlah faktor, baik lokal maupun global.
Menurutnya, inflasi pada dasarnya terjadi akibat kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam periode tertentu.
Rifi menjelaskan, komoditas pangan masih menjadi faktor utama penyumbang inflasi di Gorontalo, terutama kelompok makanan dan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kalau kita berbicara soal komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di Gorontalo, kelompok pangan masih menjadi kontributor utama,” ujar Rifi, Rabu 13 Mei 2026.
Selain faktor pangan, ia juga menyoroti kenaikan harga tiket pesawat yang belakangan ikut memengaruhi tingkat inflasi daerah.
Menurutnya, tingginya harga tiket pesawat lebih dipengaruhi faktor global, terutama dampak tensi geopolitik internasional terhadap kenaikan harga bahan bakar.
“Ketegangan geopolitik global berdampak pada kenaikan harga bahan bakar, kemudian berpengaruh terhadap harga tiket pesawat,” jelasnya.
Meski demikian, Rifi menilai kondisi inflasi di Gorontalo saat ini masih dalam batas aman dan belum masuk kategori yang mengkhawatirkan.
Ia mengatakan, tingkat inflasi daerah masih berada dalam target pengendalian inflasi nasional sehingga belum termasuk kategori hiperinflasi.
“Inflasi kita masih berada pada jalur yang sesuai target dan belum masuk kategori tinggi,” tambahnya.
Rifi berharap pemerintah terus memperkuat pengendalian harga pangan dan menjaga stabilitas distribusi barang agar inflasi tetap terkendali di tengah tantangan ekonomi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....