Donor Darah Sepi Peminat, Sistem Pencatatan Jadi Sorotan
- 24 Apr 2026 10:38 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Menurunnya partisipasi pendonor sukarela di Gorontalo tidak hanya dipengaruhi faktor teknis, tetapi juga persoalan sistem pencatatan donor darah.
Ketua Komunitas Donor Darah Tetap (KODRAT) Gorontalo, Haris Malik, kepada RRI mengungkapkan bahwa sebagian pendonor kini mulai mempertimbangkan aspek pencatatan riwayat donor sebelum memutuskan untuk mendonorkan darah.
Menurutnya, meskipun donor darah dilakukan secara sukarela, banyak anggota komunitas yang ingin aktivitas donor mereka tercatat secara resmi, baik sebagai bentuk penghargaan maupun motivasi pribadi.
“Sekarang teman-teman itu sudah mulai melihat, sudah berapa kali mereka mendonor. Ada semacam motivasi untuk mencapai jumlah tertentu,” ujar Haris, Kamis 23 April 2026.
Namun, kendala muncul ketika donor dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak terintegrasi dengan Unit Transfusi Darah (UTD). Kondisi tersebut membuat riwayat donor tidak tercatat secara resmi.
Akibatnya, sebagian pendonor memilih untuk tidak berpartisipasi jika kegiatan donor tidak memiliki sistem pencatatan yang jelas.
“Kalau tidak tercatat, teman-teman jadi kurang berminat. Karena mereka merasa donornya tidak dihitung,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi ini kerap menjadi hambatan saat ada kebutuhan darah mendesak. Meski informasi telah disebarkan melalui grup komunitas, respons pendonor terkadang rendah jika lokasi donor tidak terhubung dengan sistem pencatatan resmi.
Haris berharap ke depan seluruh fasilitas kesehatan dapat terintegrasi dengan sistem pencatatan donor darah, sehingga setiap aktivitas donor dapat terdokumentasi dengan baik.
Menurutnya, selain sebagai bentuk apresiasi, pencatatan yang baik juga dapat meningkatkan motivasi pendonor sukarela dan membantu menjaga ketersediaan stok darah di Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....