Korban Hanyut di Sungai Bone Ditemukan, Operasi Ditutup
- 21 Apr 2026 08:57 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Peran aktif anggota Polri bersama instansi terkait kembali terlihat dalam operasi kemanusiaan pencarian korban hanyut di Sungai Bone, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Pada Sabtu, 18 April 2026, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kedua sekaligus menutup seluruh rangkaian operasi pencarian.
Operasi yang melibatkan berbagai unsur, khususnya jajaran Polda Gorontalo, menunjukkan sinergi dan dedikasi tinggi dalam upaya pencarian serta evakuasi korban. Korban kedua, Alindra Elmira Ramadhan (10), ditemukan pada pukul 16.05 WITA di perairan Tombulobutao dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, korban pertama, Muh. Nazril Pakaya (10), telah ditemukan pada Jumat (17 April 2026) pukul 21.00 WITA di sekitar Jembatan Telaga.
Pada hari kedua pencarian, sejak pukul 13.00 WITA, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Polri, Basarnas, BPBD, dan unsur lainnya melanjutkan penyisiran sungai ke arah Jembatan Potanga. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya korban kedua. Pukul 16.20 WITA, operasi secara resmi dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Keterlibatan anggota Polri dalam operasi ini cukup signifikan, terutama dari Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo, Satbrimob, serta Dit Polairud yang turut berperan aktif dalam proses pencarian di medan yang menantang. Dukungan dari Basarnas, BPBD Kota Gorontalo, IEA Gorontalo, Polsek Kota Utara, serta aparat desa setempat turut memperkuat pelaksanaan operasi di lapangan.
Dalam pelaksanaan tugas, Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan berbagai sarana dan peralatan, seperti kendaraan operasional R4 double cabin, perahu karet, drone, alat komunikasi handy talky (HT), serta perlengkapan SAR air lainnya.
Meski menghadapi kendala seperti kondisi air sungai yang keruh, banyaknya material bebatuan, serta cuaca hujan, seluruh personel tetap menunjukkan profesionalisme dan semangat kemanusiaan hingga operasi berhasil diselesaikan.
Situasi akhir di lokasi terpantau aman dan kondusif. Seluruh personel yang terlibat, khususnya anggota Polri, kembali ke kesatuan dalam keadaan lengkap dan sehat.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti soliditas dan sinergi antara Polri dan instansi terkait dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....